banner 728x90

Kota Baru, Katinting.com – Enam kepala daerah dari kepulauan Kalimantan dan Sulawesi bertemu di Kotabaru, Kalimantan Selatan melakukan kesepakatan pemanfaatan transportasi laut dalam upaya pengembangan ekonomi antar daerah, Kamis (17/11/22).

Enam kepala daerah yaitu Kabupaten Mamuju (Sulbar), Kabupaten Kotabaru (Kalsel), Kota Bontang, Kota Balikpapan (Kaltim), Kabupaten Barru (Sulsel) dan Kabupaten Pasangkayu (Sulbar).

Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi didaulat menyampaikan sambutan mewakili para kepala daerah, mengaku sangat mengapresiasi atas tindaklanjut dalam upaya membangun kerjasama antar daerah melalui pengembangan transportasi laut.

Menurutnya, selama ini, enam wilayah yang terpisah di dua pulau besar tanah air tersebut, memang tidak dapat dipisahkan dari aspek history yang diyakini masih sangat kental dengan pertalian kekerabatan.

Menurutnya, letak geografis semua daerah hanya terpisah selat Makassar. Sehingga dinilai memang sangat penting untuk membangun moda transportasi laut sebagai sarana penyeberangan antar pulau, agar tidak hanya dapat menjadi penunjang mobilitas masyarakat di dua pulau, namun juga menjadi jalur distribusi bahan pangan maupun kebutuhan lainnya dalam upaya pengembangan perekonomian tiap daerah.

Dihadapan para pimpinan daerah, Bupati perempuan pertama di Mamuju itu menuturkan, tiga daerah di Sulawesi yakni Mamuju, Barru, dan Pasangkayu adalah daerah penghasil komoditas pertanian dan peternakan yang sangat menjanjikan, dan akan dapat mengakomodasi kebutuhan di pulau Kalimantan, demikian sebaliknya, sejumlah kebutuhan dari Kalimantan juga akan sangat baik jika terdistribusi ke pulau Sulawesi.

“Semoga dengan ini kita dapat membangun kerjasama yang sifatnya simbiosis mutualisme, atau saling memberi manfaat, sehingga tujuan utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat kita wujudkan,” ungkap Bupati Mamuju.

Terpisah,Kepala dinas perhubungan kabupaten mamuju, Jumardi, mengatakan, kesepakatan yang telah ditandatangani oleh masing-masing Kepala daerah akan segera ditindaklanjuti dalam MOU yang bersifat teknis, untuk menjelaskan substansi-substansi bentuk kerjasama yang akan dilakukan.

(Hms)

Bagikan

Comment