banner 728x90

Sekprov Sulbar Terima Pengujukrasa Persoalan Reklamasi Pantai Mamuju

banner 728x90
Kepala Kesbangpol bersama Sekprov Sulbar saat menerima pengunjukrasa

Kepala Kesbangpol bersama Sekprov Sulbar saat menerima pengunjukrasa

Katinting.com, Mamuju – Sekertaris Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Ismail Zainuddin, didampingi kepala Kesbangpol Sulbar, Rahmat Sunusi, menerima puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Sulbar. Senin siang (25/04).

Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Granatk) menuntut kejelasan terkait persoalan reklamasi Pantai Mamuju sebagai aset daerah dan kedudukan d’maleo hotel diatasnya.

Menurut Ismail Zainuddin, sesuai kewenangan pemerintah provinsi Sulawesi Barat, peristiwa yang terjadi dikabupaten akan berusaha untuk dipecahkan.

“Jadi intinya, reklamasi menjadi kewenangan pemerintah provinsi Sulbar dan sesuai amanat UU No. 23 tahun 2014,” katanya.

Semua urusan-urusan yang terkait eksploitasi dan eksplorasi ataupun bentuk lain namanya, itu dilakukan pemerintah provinsi Sulawesi Barat. Sambung Sekprov Sulbar, soal kemudian keberadaannya lahan yang sudah direklamasi, semua nanti bagian yang harus diketahui pemerintah provinsi Sulawesi Barat. Tapi belum saat sekarang, tuturnya.

Karena menurutnya, ada proses-proses yang akan dilakukan. Proses pertama untuk pengesahan RTRW, jangan memasukkan reklamasi. “Sudah tegas. Tahapan berikutnya tentu akan clear (bersih,red) kalau pemerintah Kabupaten Mamuju memberikan reklamasi kepada pihak yang lain, itu akan kita pertanyaan,” tuturnya.

Kenapa, sambung mantan pelaksana Bupati Mateng ini, karena semua pengalihan aset terkait dengan kewenangan-kewenangan itu kita punya prosedur, kita punya standar, ada cara yang harus kita lakukan, imbuhhnya.

“Antara pemerintah daerah, proses ini akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Terkait dengan 3 hal, pengalihat aset, pengalihan kepegawaian dan pengalihan pembiayaan,” tutupnya. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.