Dekopi Sulbar Yakub Tato mendampingi Pj Bupati Mamasa Yakub F Solon dalam peninjauan lokasi rencana pembangunan Musium Kopi di Bumi Kondosapata Waesapaleleang. (dok Saldi)
banner 728x90

Mamasa, Katinting.com – Bumi Kondosapata Waesapaleleang, Mamasa, sejak dahulu kala sudah dikenal dengan penghasil biji kopi berkualitas, bahkan saat ini sudah menjadi salah satu daerah di Sulbar yang komoditas dari kebun kopinya melanlang mancanegara.

Sebagai expektasi ril atas Bumi Kondosapata Waesapaleleang yang dinobatkan salah satu daerah penghasil kopi, Dewan Kopi Sulawesi Barat bermaksud membangun musium khusus Kopi di Mamasa, dalam waktu tidak terlalu lama.

Rencana tersebut bak gayung bersambut, karena mendapatkan respon baik dari pemerintah kabupaten Mamasa melalui Pj Bupati Mamasa Yakub F Solon. Dan pada Selasa (28/11) Pengurus Dekopi Sulawesi Barat diwakili Yakub Tato bersama Pj Bupati Mamasa meninjau langsung rencana lokasi pembanguna Musium Kopi di Mamasa.

“Kami dari Dekopi Sulbar, punya hajatan akan membangu Musium Kopi di Mamasa sebagai salah satu ikon Mamasa nantinya, serta memberikan nilai estetik bagi ruang kota Mamasa di masa depan, karenanya hari ini setelah audien kami langsung melakukan peninjauan lokasi” ungkap Yakub Tato kepada para pewarta.

Ia menjelaskan pentingnya Musium Kopi di Mamasa, karena Mamasa identik dengan daerah penghasil Kopi terbaik saat ini, sehingga di musium itu nantinya akan menjadi tempat bagi generasi kita belajar dan memahami tentang Kopi yang menjadi salah satu penyumbang PAD Mamasa dari ekspor dan niaga pasar lokal.

“Jadi Musium Kopi nantinya menjadi tempat bersama, bagi generasi kita belajar dan memahami lebih dalam soal Kopi” jelas Yakub Tato.

Yakub Tato juga memberikan gambaran pengelolaan Musium Kopi di Mamasa, bahwa diareal musium nantinya akan dibuatkan beberapa tenant berfungsi sebagai Cafe Kopi dan tempat ini tentu akan menjadi salah penggerak roda ekonomi di Mamasa.

“Akan ada tempat bagi pemuda pelaku usaha kreatif, juga bagi pengunjung yang datang ke Mamasa” terang Yakub Tato.

Ia juga menambahkan, nantinya pembiayaan dari pembangunan Musium Kopi di Mamasa, bersumber dari hibah APBN yang dikelola oleh Dekopi Sulbar.
“Dana pembangunan musium di ambil dari APBN, yang kami kelola di Dekopi Sulbar” pungkas Yakub Tato.

Penulis : Saldi
Editor : Fhatur Anjasmara

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here