Respon Cepat Dinas TPHP Sulbar terhadap kasus kematian ternak Babi di Desa Boda-Boda, Mamuju. (hms)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Tim Medis Veteriner dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat (Sulbar) bersama dengan UPTD Lab. Keswan dan Kesmavet telah melakukan tindakan cepat menyusul laporan mengenai kasus kematian ternak babi di Desa Boda-Boda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, pada Jumat, 26 Januari 2024.

Investigasi ini juga melibatkan Tim Medis dari Dinas TPHP Kabupaten Mamuju.

Masyarakat telah melaporkan bahwa dalam satu minggu terakhir telah terjadi kasus kematian berturut-turut pada ternak babi, dengan gejala seperti kehilangan nafsu makan, lemas, hipersalivasi (produksi air liur yang berlebihan), gemetar, mata merah, dan diare. Setidaknya, 5 ekor babi dilaporkan meninggal.

Kepala Dinas TPHP Sulbar, Syamsul Ma’rif, menyatakan bahwa pihaknya merespons laporan tersebut dengan cepat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi penyebab kematian dan faktor risiko yang berpotensi mempengaruhi penyebaran penyakit.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit ke hewan ternak lainnya dan memberikan informasi kepada peternak mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan awal.

Kepala UPTD Lab. Keswan dan Kesmavet Dinas TPHP Sulbar, Sahida, menekankan bahwa respons cepat ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kematian dan merencanakan tindakan penanggulangan lebih lanjut.

Hal ini juga dilakukan untuk mendukung kesejahteraan hewan dengan memperbaiki kondisi dan manajemen peternakan guna meningkatkan kesejahteraan hewan secara menyeluruh.

Hasil investigasi awal yang dilakukan oleh drh. John menunjukkan bahwa kasus yang menyerang ternak babi di Desa Boda-Boda diduga disebabkan oleh African Swine Fever (ASF). Namun, untuk memastikannya, tim telah mengambil sampel darah dan organ yang akan dikirim ke Balai Besar Veteriner Maros untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain melakukan investigasi, tim dokter hewan juga memberikan pengobatan kepada ternak yang sakit, termasuk pemberian antibiotik dan vitamin, serta memberikan desinfektan kepada masyarakat untuk disemprotkan di setiap kandang ternak.

Masyarakat juga dihimbau untuk mengubur ternak yang mati dan tidak membuang bangkai ternak ke sungai, serta dilarang melakukan pemotongan untuk dibagi-bagikan.

(Rls/ed:Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here