oleh

Raker AJI Mandar dan Pelepasan Tukik di Mampie

banner 728x90
Pelepasan tukik oleh anggota AJI Mandar setelah Raker. (Ist)

Polman, Katinting.com – Setelah terpilih dalam Konferta AJI Mandar, 22 Mei 2021 lalu, Rahmat dan Edyatma sebagai pengurus Baru Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar Periode 2021 – 2024, menggelar rapat kerja di Wisata Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupeten Polewali Mandar. Jumat 25 – 26 Juni 2021.

Sebelum memasuki agenda utama dimanfaatkan untuk diskusi seputar wacana kekerasan jurnalis sepanjang 3 tahun terakhir, termasuk bagaimana upaya mengokohkan eksistensi organisasi kedepan.

Rahmat FA ketua AJI Mandar menjelaskan, selain membahas program kerja, raker ini sengaja dilaksanakan secara offline untuk bersilaturrahmi dengan para anggota AJI Kota Mandar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Raker ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi banyak hal terkait isu kebebasan pers, profesionalisme jurnalis dan juga isu ketenagakerjaan khususnya bagi para pekerja media,” kata Rahmat.

Secara internal, pada agenda raker kali ini juga sebagai upaya untuk kembali membangun solidaritas seluruh anggota AJI Kota Mandar.

Ia berharap dalam masa kepemimpinannya, seluruh pengurus dan anggota AJI Kota Mandar bisa membangun sinergitas dalam mewujudkan semua program yang telah dirumuskan secara bersama-sama. “Semua program yang telah kita rumuskan, tentu kita harus mampu wujudkan dengan cara membangun sinergitas dan kerja sama yang baik oleh seluruh anggota AJI Kota Mandar,” harap Rahmat.

Pada kepengurusan AJI Kota Mandar kali ini, ada 7 Divisi atau bidang yakni, Bidang Organisasi Hubungan Antar Lembaga, Bidang Advokasi dan Lingkungan, Bidang Pendidikan, Bidang Serikat Pekerja, Bidang Penelitian Komunikasi dan Data,Bidang Gender, Anak dan Kelompok Marginal, dan Bidang Wirausaha.

Dari 7 Divisi atau bidang yang akan membantu Rahmat dan Edyatma membawa AJI Mandar kedepan, masing-masing dikoordinatori oleh Muh Ilham, Riadi Syam, Ilham Wasi, Jamaluddin MT, Muh Abdi Latief, Karmila Bakri dan Syarifuddin. Tak hanya itu, Koordinator AJI Kota Mandar Biro Mamuju juga ditetapkan dan masih dijabat oleh Anhar.

Untuk Majelis Etik (ME) diisi oleh tiga nama diantaranya, Ali Muchtar, Jhamhur Anjasmara dan Rasman Abdul Rahman. Sementara Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) dijabat oleh Edy Junaedi, Muhammad Ridwan Alimuddin, dan Sudirman Samual.

Dari semua Bidang yang ada, maka lahir sejumlah program kerja diantaranya, pada Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga akan melakukan penerimaan dan pembinaan calon angggota baru, optimalisasi Iuran bulanan, rapat rutin pengurus inti AJI Mandar baik Online maupun Offline, rapat anggota AJI Kota Mandar per triwulan, dialog bulanan penguatan anggota AJI Kota Mandar, road show ke Stakeholder. Untuk Bidang Advokasi dan Lingkungan 3 program pamungkas yang menjadi usulan yakni pelatihan advokasi kebebasan pers, pelatihan advokasi lingkungan dan workshop peliputan Isu Lingkungan.

Sementara pada Bidang Pendidikan, Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) turut menjadi perhatian mereka, termasuk literasi Ke-AJI-an untuk Anggota AJI Kota Mandar serta Pelatihan jurnalisme kampus dan jurnalisme warga. Bidang Serikat Pekerja lebih memprioritaskan pada Workshop ketenagakerjaan, memperjuangkan kesejahteraan jurnalis serta membuat MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka perlindungan ketenagakerjaan anggota.

Untuk Bidang Penelitian, Komunikasi dan Data, akan lebih banyak konsentrasi pada agenda riset kekerasan terhadap jurnalis di Sulawesi Barat, riset perkembangan jurnalis dan perusahaan media di Sulawesi Barat termasuk riset tentang diskriminasi gender di Sulawesi Barat.

Pada Bidang Gender, Anak dan Kelompok Marginal mereka akan fokus pada program meningkatkan kualitas karya jurnalisme terkait isu gender, anak dan kelompok marginal, peningkatan pengembangan kapasitas Jurnalis Perempuan, sosialisasi hak jurnalis perempuan, workshop kolaborasi NGO perlindungan perempuan dan anak, kampanye digital untuk melawan kekerasan perempuan dan anak, membangun jejaring komunitas akar dan advokasi kasus predator anak, serta pada Bidang Usaha fokusnya lebih kepada upaya membangun usaha kreatif untuk meningkatkan kas organisasi.

Pada kesempatan yang sama, diakhir kegiatan Raker AJI Kota Mandar periode 2021-2024 ini ditutup dengan pelepasan puluhan tukik penyu ke laut Mampie Polman.

(Rls/Adi)

Bagikan

Komentar