Warga Salulebbo, Topoyo, saat melakukan penutupan area pertambangan illegal, yang menjadi tempat pengambilan material penambang tanpa izin. (dok. Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Buntut dari pemanfaatan material dari penambang yang diduga tidak mengantongi izin usaha pertambangan batu, di proyek pembangunan bendungan Sungai Budong budong, di Desa Salulebbo, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, membuahkan pelaporan pidana illegal mining terhadap sejumlah perusahaan penambang oleh aktivis lingkungan ke Polres Mamuju Tengah.

BACA JUGA: Breaking News : Warga Salulebbo Tutup Aktivitas Tambang Batu

Tidak tanggung sebanyak 7 perusahaan menjadi terlapor baik perusahaan penyuplai material maupun perusahaan penerima atau pemanfaat suplayer tak berizin, terancam menghadapi proses hukum atas tudingan pelanggaran pidana illegal mining, atas laporan polisi yang diarahkan kepada mereka.

Saat dihubungi, Rabu (14/06) aktivis lingkungan Sulawesi Barat Muhaimin Faisal, menyampaikan bahwa perkembangan atas laporan polisi yang diarahkan ke 7 perusahaan terlibat di pembangunan proyek bendungan sungai Budonh budong, sudah mulai ada titik terang.

Pihak polisi dalam hal ini Polres Mamuju Tengah melalui penyidiknya, sepertinya sudah mulai melakukan proses atas laporan yang dimasukan, karena pihak penyidik telah mengirimkan surat permintaan pemberian keterangan pelapor dihadapan polisi.

BACA JUGA: Proyek Bendungan Budong budong, Diduga Gunakan Material dari Tambang Ilegal

“Jadi saya sebagai pelapor sudah mendapatkan surat penggilan untuk hadir memberikan keterangan, di Polres Mamuju Tengah” ungkap Muhaimin.

Karenanya ia berharap semoga dengan pemanggilan dirinya memberikan keterangan atas laporan yang dilaporkan ke Polres Mamuju Tengah, menjadi bukti keseriusan pihak polisi dalam pengungkapan kasus dugaan illegal mining oleh sejumlah PETI yang beroperasi di Mamuju Tengah sebagai penyuplai material di proyek pembangunan bendungan sungai Budong budong.

“Tentu harapan saya, ini adalah bukti keseriusan polisi atas laporan yang kami ajukan beberapa hari lalu, dalam mengungkap pidana illegal mining di wilayah Mamuju Tengah” kata Muhaimin.

Sementara upaya konfirmasi ke Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, laman ini belum mendapatkan konfirmasi, pihak reskrim belum memberikan respon.

Sebelumnya, pada Kamis (08/06) pekan lalu, aktivis lingkungan Sulawesi Barat ini, resmi melaporkan 7 perusahaan dengan tudingan melakukan praktik penambangan tanpa izin atas pembangunan proyek bendungan Sungai Budong budong. Berikut daftar perusahaan terlapor di Polres Mamuju Tengah.

1. PT. Brantas Abipraya
2. PT. Bumi Karsa
3. PT. Mutiara Batu Lotong
4. CV. Amirul Risky Fayra
5. PT. Pasir Putra Utama
6. PT. Reso Cipta Banua
7. CV. Mamuju Tengah Perkasa

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here