Sktesa Kota Suara Pemilihan. (dok Int)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Lima terdakwa kasus korupsi alih fungsi hutan mangrove di Desa Tadui, Kec Mamuju, Kab Mamuju, Sulawesi Barat, yang di vonis bebas oleh Pengadilan Negeri Mamuju beberapa waktu lalu, ternyata jaksa penuntut dari Kajati Sulbar melakukan upaya hukum lanjutan berupa kasasi dan saat ini sedang berproses di MA.

Hal ini ditegaskan oleh Kasie Penkum Kejati Sulbar Asbeng kepada laman ini, beberapa waktu lalu, saat dikonfirmasi, meskipun saat ini, satu dari lima terdakwa putusan kasasinya telah turun dan telah di eksekusi oleh jaksa penuntut Kajati Sulbar untuk menjalani pidana penjara.

“Ya sebagian masih berproses di MA, dan sedang kami tunggu putusan kasasinya, termasuk diantaranya Andi Dodi Hermawan” singkat Asbeng.

Untuk itu, menyikapi status hukum salah seorang Bacaleg dari Partai Hanura Dapil Mamuju untuk DPRD Sulbar Andi Dodi Hermawan (ADH), KPU Sulbar rencananya hari ini Kamis (02/11) akan menggelar rapat, sebelum mengambil keputusan terhadap Bacaleg yang diketahunya saat ini masih berproses hukum.

Saat dihubungi Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sulbar Elmansyah, Rabu (01/11) membenarkan bahwa pihaknya menerima dan mengetahui jika ada salah seorang Bacaleg dari Partai Hanura Dapil Mamuju, untuk DPRD Sulbar yakni ADH saat ini, status hukumnya masih berproses di MA berupa kasasi yang diajukan oleh jaksa penuntut.

“Iya kami sudah terima infonya dan sudah mengetahui, makanya kami akan segera membahas persoalan tersebut di KPU Sulbar” jelas Elmansyah.

Ketua Bawaslu Mamuju Tengah periode 2018-2023 ini menuturkan perihal status hukum terhadap ADH Bacaleg Hanura, hari ini KPU Sulbar akan menggelar rapat membahas kondisi tersebut.

“Hari ini, kami akan rencanakan membahas posisi atas status hukum ADH, nanti kami kabari kalau sudah ada keputusan dari KPU Sulbar” pungkas Elmansyah.

(Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here