Hengki Direktur PT. Sky Energi Indonesia
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pulau Karampung yang dikenal dengan wisatanya belum memiliki penerangan yang bisa menyala 24 jam.

Untuk itu rencananya melalui program MCA-Indonesia menyiapkan dana hibah sekitar US$ 600 juta, untuk sejumlah program yang tersebar dibeberapa wilayah Indonesia, termasuk Sulbar 13 program diantaranya program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan di kerjakan di pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju.

Harapannya program ini kelak akan menjadi harapan warga Pulau Karampuang untuk dapat menikmati listrik tenaga surya selama 24 jam.

Itu terungkap dalam Rakorda dengan MCA-Indonesia yang dihadiri oleh PJ. Gubernur Sulbar, Carlo Brix Tewu dengan para pelaksana program MCA-Indonesia yang ada di Sulawesi Barat termasuk yang mengerjakan program pembangkit energi di pulau Karampuang.

Saat ditemui wartawan, Hengki Direktur PT. Sky Energi Indonesia menuturkan akan membangun sekitar 4 titik atau 4 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Karampuang. Ia mengatakan, Jika di Karampuang yang mengunakan genset hanya menyala dari jam 6 sore dan mati jam 10 malam, dengan adanya PLTS, Pulau Karampuang bisa menikmati listrik 24 Jam, ucapnya. (22/02).

Sambung Hengki, kontraknya baru mulai tanggal 10 Februari kemarin, dan sekarang sudah jalan dalam pembuatan, dan Insya Allah peletakan batu pertama itu di pertengahan bulan April.

“Kami menargetkan pembangunan PLTS rampung di bulan 10, tetapi kalau tidak ada halangan kami akan percepat di Bulan Agustus, itu ada yang sudah selesai dari 4 titik yang kami bangun dan sudah bisa digunakan,” ujar Hengki.

Hengkit juga menjelaskan, PLTS tersebut akan menerangi semua rumah tangga di Pulau Karampuang, yang ia perkirakan sekira 600 rumah tangga. Dimana daya PLTS yang ia bangun sekitar 600 KWp, jelasnya. (AR)

Bagikan
Deskripsi gambar...