Sketsa Narkoba dalam kemasan. (dok. Int)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Meski masih terus berkelik saat di geledah, ketika aparat dari Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah, melakukan penyangkalan tidak terlibat dalam jejaring peredaran barang haram di Mamuju Tengah, namun naas ketika aparat menemukan barang bukti di sekitar tubuh terduga, membuatnya diam tak bergeming.

Ini dialami oleh pria berinisial AL warga Desa Lumu, Kecamatan Budong budong, Mamuju Tengah, ketika digeledah aparat karena sudah menjadi target operasi di salah satu bilangan jalan di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah,, Senin lalu (06/03), Ka di sekitar tubuhnya ditemukan sejumlah benda yang mengarah pada alat yang di gunakan para pengedar maupun pelaku yang bekerja dengan bertentangan UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Operasi yang di pimpin langsung Kasatresnarkoba Polres Mamuju Tengah IPTU Tandi Limbang, membuat pria AL harus digelandang dan diamankan ke Mapolres Mamuju Tengah, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang patut diduga melanggar ayat 1 Pasal 114 subsider ayat 1 Pasal 112 UU. No.35 Tahun 2009.

“Jadi kami menyita dari pria AL barang bukti berupa pelastik klip berisi narkotika jenis sabu, yang saat ditimbang memiliki netto bersoh 1,4 gram, langsung kami sita” ungkap IPTU Tandi Limbang, atasnama Kapolres Mamuju Tengah.

Ia menceritakan bahwa berdasarkan informasi yang dikumpulkannya, di dapati kabar bahwa pria AL di duga membawa barang haram tersebut, saat melintas di wilayah Topoyo, Mamuju Tengah, sehingga pihaknya langsung gelar operasi tangkap dan penggeledahan begitu di ketahui berada diwilayah Topoyo.

“Dan selain kami mengamankan barang bukti narkoba, kami juga menyita satu perangkat eletronik tipe smart phone, saat kami introgasi, tersangka mengakui bahwa barang yang kami temukan adalah barangnya” jelas Tandi.

Olehnya, pria AL langsung dijebloskan ke rutan Mapolres Mamuju Tengah guna pemeriksaan lebih lanjut, kepada tersangka, dan ancaman hukuman yang di hadapi adalah pidana penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun.

“Dan denda minimal Rp.1 miliar, maksimal 10 miliar, yang nantinya dikenakan kepada tersangka kelak” dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya” pungkas Tandi. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here