banner 728x90
Seorang warga sedang divaksin oleh pihak Kesehatan Kepolisian Resort Pasangkayu.

Pasangkayu – Tak terasa pandemi Covid-19 sudah lebih dua tahun lamanya melanda global, begitu juga Indonesia. Di Pasangkayu, Sulawesi Barat penanganan virus mewabah ini dimulai awal tahun 2020.

Berbagai cara dan upaya pun telah dan terus dilakukan pemerintah untuk mengatasi penularan dan melakukan pencegahan agar tidak berdampak luas di masyarakat.

Untuk mengantisipasi dan menekan laju penyebaran, pemda Pasangkayu selama dua tahun beruntun merefocusing anggaran seperti yang dilakukan daeah lain secara nasional, bahkan pemerintah pusat pun demikian.

Sekira dua puluh persen dari total APBD yang digelontorkan. Tujuan utamanya yakni untuk pembenahan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Selain itu, dana berkisar lebih Rp100 miliar tersebut juga diperuntukan bantuan bagi warga kurang mampu.

Namun, di tengah waktu berjalan menuai berbagai persoalan. Seperti pembelian alat PCR yang belum difungsikan. Dan itu mendapat sorotan berbagai pihak, mulai dari DPRD hingga pegiat anti korupsi. Masalahnya, harganya diduga terdapat selisih jauh dari harga standar.

Persoalan lainya, yaitu ketidakmampuan satgas Covid-19 merealisasikan anggaran yang cukup besar itu. Hanya lebih Rp10 miliar dari keseluruhan anggaran. Hal itu membuat salah satu anggota DPRD Pasangkayu mengusulkan angket setelah pansus dinilai lamban.

Vaksinasi Gencar Dilakukukan Demi Herd Immunity

Pada awal tahun 2021, pemerintah mulai menggenjot vaksinasi sebagai langkah efektif mencegah penyebaran Covid-19. Dan, pemda dan DPRD Pasangkayu sepakat kembalin merefocusing anggaran sebesar 18 persen.

Sejak dimulai program pemerintah pusat ini melalui tenaga kesehetan, satgas langsung melakukan vaksinasi secara massal. Di sejumlah PKM di daerah ini rutin melaksanakan vaksin, meski tidak tiap hari.

Atas kerjasama dengan pihak TNI/Polri, program vaksinasi mulai dilakukan tiap hari. Bukan hanya di tempat biasa, melainkan tempat tak biasa pun tetap dilaksanakan vaksin.

Pelbagai upaya yang dilakukukan khusus Polres Pasangkayu dan jajaran untuk mensukseskan vaksinasi. Antara lain, mendirikan gerai vaksin di Mapolres Pasangkayu, drive thru, door to door, jemput bola, gerebek desa dan terakhir door prize melalui undian dengan berbagai hadiah menarik.

Tujuannya tak lain hanyalah agar warga rela divaksin supaya tercapai kekebalan kelompok masyarakat demi mencegah penularan Covid-19. Berdasarkan data, vaksinasi di Pasangkayu telah mencapai 59,96 persen. Tapi target hingga penghujung tahun 2021 ini yakni 70 persen.

Karena keseriusan ini, tingkat vaksinasi di wilayah Sulawesi Barat, khusus Polres Pasangkayu merupakan yang tertinggi dari persentase pencapaian. Meski begitu, pihak Polres seakan belum puas, sebab target belum tercapai.

Dalam setiap kesempatan, Kapolres Pasangkayu AKBP. Didik Subiyakto menekankan pentingnya vaksinasi bagi warga. Karena, itu salah satu cara mempercepat penangananan corona agar segera usai.

Selain itu, vaksinasi juga dianggap mampu mecegah virus menyerang karena adanya kekebalan. Meski tidak menjamin, tapi orang yang divaksin jauh lebih baik dari pada tidak divaksin.

Melihat antusiasme warga, pihak Polres Pasangkayu meyakini target 70 persen akan tercapai pada akhir tahun. Untuk itu, media lokal pun dilibatkan untuk publikasi, sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat.

Imbauan agar tetap disiplin dan taat terhadap protokol kesehatan kepada masyarakat juga terus gencar dilakukan. Itu dimaksudkan agar Covid-19 benar-benar bisa hilang.

Di daerah ini, kegiatan masyarakat mulai normal seperti sedia kala. Walau begitu, petugas tetap mengingatkan pentingnya menerapkan prokes.

(Arham Bustaman)

Bagikan

Comment