Launching PMT untuk balita & ibu hamil diruang serba guna kantor Bupati Mamuju.
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju terus berupaya menekan angka stunting dan gizi buruk.

Berdasarkan survey status gizi indonesia (SSGI) tahun 2022 prvalensi balita wasting sebesar 8,2% dan stunting sebesar 33,8%. Sedangkan data laporan rutin indikator kinerja gizi tahun 2022 menunjukkan prevalensi resiko kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil sebesar 15,5% dan ibu hamil anemia sebesar 9,7%.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Mamuju melalui Dinas Kesehatan melaunching pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal berprotein tinggi untuk balita dan ibu hamil di ruang serbaguna Kantor Bupati Mamuju, Selasa (13/6/23).

Program PMT pangan lokal itu akan menyasar seluruh daerah di Kabupaten Mamuju yang angka stuting, balita gizi buruk dan ibu hamil KEK terbilang tinggi. Mereka akan diberi makanan pangan lokal berprotein tinggi selama 90 hari.

Kepala Bidang Kesehatahan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Mamuju, Dewi Sunandri berharap dengan adanya program ini tidak ada lagi tambahan stunting baru di Kabupaten Mamuju nantinya.

“Ibu hamil KEK itu diukur melalui lingkar lengan kalau ada yang didapat KEK kita beri PMT lokal berportein tinggi selama 90 hari agar ibu hamil tidak melahirkan bayi stunting. Sama dengan gizi buruk supaya ini tidak menjadi stunting,” kata Dewi Sunandri.

Dia menjelasnya, pada saat program ini dijalankan, disetiap Desa atau Keluarahan yang menjadi lokus kegiatan ini, akan ada satu rumah yang ditunjuk menjadi dapur umum. “Ini yang masuk dalam sasaran ini akan diarahkan setiap harinya datang ke dapur umum untuk makan karena setiap minggunya akan diukur lagi, ditimbang lagi dan dipantau lagi,” sebutnya.

“Pangan lokal protein tinggi yang diberikan. misalnya ikan, telur ayam, tahu dan tempe. juga pasti dengan bahan-bahan yang lain cuman lebih tinggi yang ini. Karena namanya saja PMT lokal protein tinggi,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, PMT berprotein tinggi dilakukan selama 90 hari kepada balita gizi buruk dan ibu hamil KEK. Tapi jika dalam perjalanannya penderita tersebut mengalami peningkatan atau keluar dari gizi buruk akan dikeluarkan dari sasaran.

“Selama itu belum keluar dari gizi kurang itu akan beri terus selama 90 hari. Tapi misalnya baru sebulan kita kasi makan ini sudah menjadi gizi baik, itu ita keluarkan dari sasaran, kita akan cari sasaran baru di posyandu siapa yang gizi kurang,” sebutnya.

“Jadi dalam seminggu itu, satu hari makanan lengkap dan enam harinya lagi kudapan (penganan yang dimakan di luar waktu makan atau makan kecil), begitu terus setiap minggunya sampai 90 hari,” sambungnya.

Dewi Sunandri berharap dengan adanya program PMT pangan lokal berprotein tinggi ini tidak ada lagi tambahan kasus stunting dan Ibu hamil KEK di Kabupaten Mamuju. “Kita tidak mau baru bertambah lagi. Selama ini mungkin kita agak keliru kita mengobati nya nanti orangnya stunting, kita mau baru kurang gizi, baru tidak naik timbangannya kita sudah intervensi,” ujarnya.

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi yang melaunching program tersebut, berharap tak ada lagi laporan kasus gizi buruk apalagi peningkatan angka stunting di Kabupaten Mamuju. Olehnya dia meminta agar program ini menjadi perhatian bersama.

“Kita berharap angka stunting di Mamuju bisa semakin menurun. Ibu hamil yang terindikasi KEK kita intervensi dengan makan tambahan ini setiap hari. Kita berharap mereka melahirkan anak-anak yang sehat dan tidak beresiko stunting lagi. Begitupun dengan balita yang terindikasi gizi buruk dengan memberikan makanan setiap hari selama 90 hari ya gizi nya bisa semakin membaik,” tutup Bupati Mamuju.

(Advertorial)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here