Foto Muh. Syukur Badawi (Ist)
banner 728x90

Mamasa, Katinting.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa baru-baru ini mengambil langkah untuk membayar hak-hak guru, desa, dan tenaga kesehatan (Nakes) yang tertunda sejak tahun 2023 lalu.

Langkah ini diambil dengan melakukan pinjaman senilai Rp. 32 miliar dari Bank Sulselbar.

Keputusan ini juga merupakan bagian dari upaya Pemda Mamasa untuk menekan angka defisit daerah. Kabupaten Mamasa saat ini menempati peringkat teratas dalam daftar defisit tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Muhammad Syukur, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, menjelaskan bahwa pinjaman ini diambil sebagai langkah darurat untuk memperlancar arus kas daerah, khususnya untuk membayar utang-utang yang mendesak dan sangat penting.

Meskipun pinjaman tersebut belum cukup untuk melunasi utang daerah secara keseluruhan, namun telah digunakan untuk membayar beberapa hak, termasuk sertifikasi guru, gaji tetap kepala desa, gaji dokter, dan klaim BPJS untuk tahun 2023.

Syukur menegaskan bahwa sisa pembayaran utang dan hak-hak lainnya akan diatur setelah dana alokasi umum (DAU) masuk. Rincian penggunaan dana tersebut akan diatur sedemikian rupa untuk menyelesaikan utang-utang daerah yang masih belum terbayarkan, termasuk untuk kegiatan-kegiatan yang direncanakan pada tahun 2024.

“Kami akan menyusun rencana pembayaran yang tepat, termasuk untuk gaji tenaga kontrak, bidan, perawat, dan lain-lain, dengan transparansi penuh dalam pengelolaan keuangan daerah,” kata Syukur, Jumat, 1 Maret 2023.

Dengan langkah ini, Pemda Mamasa berharap dapat menjaga stabilitas keuangan daerah sambil memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi secara adil dan tepat waktu.

(Jane)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here