Penampakan terpal terpasang di tepi sungai, membuat tepi sungai terlihat kumuh, masyarakat pengunjung di kawasan ini, berharap sikap tegas pemerintah, menjaga keasrian pesona alam wisata So'do. (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat Mamuju dan sekitarnya adalah Kawasan Wisata Kali Mamuju di So’do, hanya saja kemudian, bisnis yang menguntungkan warga di sekitar kawasan justru mulai merubah keasrian pesona kawasan.

Kondisi mulai rusaknya keasrian kawasan wisata alam So’do, di keluhkan oleh masyarakat Mamuju, yang menjadikan mulai hilangnya keasrian pesona kawasan wisata So’do, sebab masyarakat yang ada di sekitar kawasan, lebih mementingkan bisnis kawasan ketiban menjaga keasrian pesona kawasan yang menjadi daya tarik pengunjung.

Salah seorang warga Mamuju Hasan, kepada katinting.com, mengungkapkan bahwa belasan tahun lalu, pesona alam kawasan So’do cukup eksotik, dan tentu itu menjadi alasan utama masyarakat tertarik berkunjung ke sana.

“Tapi makin ke sini, pesona yang alam di sana makin tergerus, di rusak sendiri oleh pengelola di sana, tepi sungai So’do sudah mulai di banguni tenda terpal, yang justru terlihat kumuh” ungkap Hasan, Rabu (28/02)

Warga lainnya juga menyampaikan bahwa, selain mulai terlihat kumuh karena kehadiran sejumlah bangunan tarpal paten di tepi sungai, masyarakat di sana juga membuang sampah atau kotoran rumahan dan warung mereka ke tepi sungai termasuk sisa makanan mereka.

“Jadinya tepi sungai yang tadinya bersih, dari kotoran seperti sisa makanan dan sampah rumahan, saat ini, sudah tercemari sisa makanan dan sampah rumahan” beber Risman.

Olehnya ia berharap kepada pemerintah kabupaten Mamuju, khususnya Dinas Pariwisa juga Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Mamuju, agar mengedukasi masyarakat yang terlibat mengelola kawasan di sana, kiranya tegas kepada masyarakat di sana untuk tidak mencemari tepi sungai.

“Pemkab Mamuju, harus tegas, melarang masyarakat mencemari dan membuat kumuh tepi sungai kawasan wisata So’do, karena itu akan mengurangi minat masyarakat melakukan kunjungan ke sana” harap Hasan.

Ia menambahkan, jika Pemkab Mamuju tidak tegas kepada masyarakat di sana, maka ke kumuhan dari waktu ke waktu akan terus berkembang di sana, membuat masyarakat pengunjung berkurang minatnya ke sana.

“Seperti saya ini, akhir pekan kemarin, saya dan keluarga ke sana, tapi saya terkejut, perubahan suasana di sana, karena bukan menjadi lebih indah, namun terlihat kumuh, dan ini mesti menjadi perhatian pemerintah” pungkas Risman. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here