banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Dalam upaya mengendalikan inflasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus menggalakkan dua model gerakan pengendalian yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Sulbar. Hal ini merupakan tanggapan atas arahan Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh dan Sekprov Sulbar, Muhammad Idris.

Abdul Waris Bestari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, menjelaskan bahwa koordinasi terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang dipimpin oleh Dinas Ketahanan Pangan Sulbar. Tim ini terdiri dari berbagai OPD, termasuk Ketahanan Pangan, Perindustrian dan Perdagangan, Pertanian, dan lain-lain.

“Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak karena pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi. Tidak dapat dilakukan hanya oleh satu dinas saja,” ungkap Abdul Waris Bestari, Senin, 18 Maret 2024.

Dua model pengendalian inflasi yang diterapkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Sulbar adalah melalui program pasar murah dan fasilitasi distribusi pangan. Pasar murah dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Mamuju dan Majene, sesuai arahan Pj Gubernur Sulbar. Sementara itu, fasilitasi distribusi pangan dilakukan dengan mendatangi langsung pengecer pangan untuk memotong mata rantai distribusi.

Abdul Waris Bestari juga menegaskan pentingnya kerjasama tim dalam melaksanakan program pengendalian inflasi, dengan harapan Sulbar dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan posisinya dalam pengendalian inflasi di tingkat nasional.

“Melalui program ini, kita berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sulbar serta memperkuat posisi Sulbar dalam pengendalian inflasi di tingkat nasional,” tutupnya.

(*)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here