banner 728x90

Pendatang Dituding Biang Kemiskinan, Begini Tanggapan MWR

banner 728x90

Munandar Wijaya Ramlan. (Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – KPU Mamuju menggelar debat publik putaran pertama Pilkada Mamuju di Hotel Matos Mamuju, Sabtu (31/10).

Debat publik ini mengusung tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah serta Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat dan strategi penanganan Covid-19”.

Pada segmen ketiga, Paslon penantang, Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud (Tina-Ado) mempertanyakan sejumlah capaian pembangunan kepemimpinan Habsi-Irwan, termasuk angka kemiskinan yang meningkat, tenaga Kontrak yang belum terbayarkan, hasil ujian nasional terendah, IPM rendah, pengelolahan aset yang amburadul, serta pembangunan manakarra tower ditengah pandemi.

Menjawab pertanyaan dari Paslon nomor urut 1, Paslon Petahana, Habsi Wahid-Irwan SP Pababari mengatakan penyebab pertumbuhan angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju dikarenakan semakin banyaknya pendatang.

“Rata-rata orang yang datang di Mamuju para pencari kerja, jadi itu yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan. Mereka tidak memiliki keterampilan, sehingga tingkat pendapatan mereka rendah,” katanya.

Usai debat publik putaran pertama, pernyataan Habis Wahid mendapat respon dari salah satu Tokoh Pemuda yang berasal dari Pitu Ulunna Salu (PUS), Munandar Wijaya Ramlan (MWR). Munandar Wijaya mengaku tersinggung dengan hal tersebut.

“Sebagai seorang petani muda yang menggarap beberapa hektare tanah di Mamuju, saya terganggu dengan pernyataan itu,” kata Munandar.

Dia mengungkapkan, dirinya datang ke Mamuju berupaya mengembangkan sektor pertanian dengan melibatkan beberapa keluarga untuk menjadi karyawan dan mendapat penghasilan.

“Justeru kedatangan kami di Mamuju dianggap sebagai penyebab pertumbuhan kemiskinan,” katanya.

Sehingga Munandar Wijaya menganggap adanya struktur berfikir dari Paslon Petahana yang kurang bagus, sehingga menimbulkan ketersinggungan terhadap para pendatang.

“Saya yakin Mamuju ini terbangun tidak lain karena para pendatang,” kata Munandar Wijaya.

Diketahui bahwa secara absolut angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Pada tahun 2016 sebanyak 17.470 jiwa warga miskin di Mamuju Sulbar, tahun 2017 sebanyak 19.110 jiwa, tahun 2018 20.420 jiwa, serta tahun 2019 sebanyak 20.570 jiwa, sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh BPS Mamuju.

(Zulkifli)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pendatang Dituding Biang Kemiskinan, Begini Tanggapan MWR"