Kantor bupati Mamasa. (ist)
banner 728x90

Mamasa, Katinting.com – Pemerintah Daerah (Pemdah) Mamasa telah melakukan pinjaman sebesar Rp.32 miliar dari Bank Sulselbar untuk menyelesaikan sejumlah tunggakan gaji Tenaga Kesehatan (Nakes), tambahan penghasil (Tamsil) guru, dan Penghasil Tetap (Siltap) Kepala Desa.

Meskipun demikian, hingga saat ini, tunggakan tersebut masih belum terselesaikan sepenuhnya, terutama terkait gaji Nakes dan guru.

Salah seorang Nakes yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa selama tahun 2023, gaji Nakes hanya dibayarkan selama satu triwulan, yaitu bulan Januari, Februari, dan Maret. Sementara gaji dari bulan April sampai Desember tidak pernah dibayarkan sama sekali.

Di samping itu, Rimawati, seorang Penggerak Guru Kabupaten Mamasa, menyatakan bahwa meskipun sebagian guru sudah menerima Tamsil, namun belum sepenuhnya terselesaikan. Belum jelas berapa jumlah guru yang belum menerima Tamsil, namun masih banyak guru yang belum menerima haknya dari Pemda.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) cabang Mamasa, Abdul Rahman Tona SE, mengakui bahwa 80% dari tunjangan Kepala Desa (Siltap) tahun 2023 sudah dibayarkan, sementara sisanya 20% belum terselesaikan. Untuk tahun 2024, belum ada pencairan sama sekali.

Dalam konteks ini, Gerakan Mahasiswa Peduli Daerah (GMPD) Mamasa mempertanyakan alokasi pinjaman Pemda sebesar Rp.32 miliar yang belum terselesaikan. Ketua GMPD Mamasa, Zulbahri, menyatakan bahwa meskipun sebagian Tamsil guru dan Siltap Desa telah dibayarkan, tetapi mengapa Nakes yang juga penting tidak dilirik oleh Pemda?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Pj. Bupati Mamasa, Muhammad Zain. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, dan GMPD Mamasa berencana untuk meminta penjelasan langsung dari Pemda tentang alokasi pinjaman tersebut.

(Jane)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here