Pele (kiri) dan Maradona memegang trofi dalam sebuah acara penghargaan di Italia pada Maret 1987. (Foto: AP)
banner 728x90

Sebelum ada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, perdebatan mengenai siapa pemain sepak bola terbaik di dunia berkisar pada dua nama berikut, yaitu Pele dan Diego Maradona.

Perdebatan tersebut menghiasi kafe-kafe, bar-bar, dan juga acara-acara di radio dan di televisi selama bertahun-tahun.

Pemain asal Brazil Pele, yang merupakan pencetak gol produktif yang meninggal pada usia 82 tahun di Sao Paulo pada Kamis (29/12), memenangkan Piala Dunia sebanyak tiga kali pada 1958, 1962, dan 1970, serta membuat kota kecil Santos menjadi terkenal di mata dunia internasional sebelum akhirnya menaklukkan Amerika Serikat lewat kepiawaiannya bersama kesebelasan New York Cosmos.

Maradona sendiri, yang meninggal dunia pada usia 60 tahun pada 2020, membawa Argentina ke Piala Dunia pada 1986 dengan menunjukkan salah satu performa paling berpengaruh dalam turnamen penting di dunia. Ia juga berhasil membawa Napoli naik ke level elit baik dalam kompetisi di Italia maupun di Eropa.

Perdebatan tersebut sedemikian memecah belah para fans sepak bola di seluruh dunia dan ketika Maradona terpilih sebagai pemain abad ke-20 dalam polling internet yang diadakan oleh FIFA, terjadi kemarahan yang cukup luas. Banyak yang mengeluhkan bahwa Pele yang lebih senior dari Maradona menyebabkan para fans muda tidak akrab dengan sepak terjangnya.

FIFA kemudian menyelenggarakan polling lain yang melibatkan “orang-orang yang berkecimpung di dunia sepak bola.” Polling tersebut dimenangkan oleh Pele, sehingga memungkinkan ia dan Maradona berbagi kesuksesaan.

“Pele, seorang penyerang yang teritorinya berada di dalam kotak penalti, seorang pemain yang mencetak gol untuk kesenangan semata dan telah menjadi Menteri Olahraga, merupakan tipe orang yang lebih pendiam,” tulis FIFA dalam pernyataannya kala itu.

“Lalu ada Maradona yang mungkin merupakan pemain paling komplit, seorang gelandang dan pencetak gol, memiliki teknik yang brilian, tidak dapat ditebak dan impulsif baik di dalam maupun di luar lapangan. Seorang pemain yang diliputi sejumlah masalah sepanjang waktu.”

Kedua figur tersebut bahkan tidak segan untuk mengungkapkan perasaannya tentang satu sama lain. Pele merasa Maradona kurang ajar dan tidak bermartabat sedangkan Maradona merasa Pele adalah seseorang yang dapat dibeli.

“Sebagai seorang pemain tentu dia hebat. … Namun dia terlalu politis,” ujar Maradona dalam salah satu kritiknya yang lebih halus terhadap sosok Pele.

Pele sendiri menyebut pemain Argentina itu, yang berjuang menghadapi ketergantungan terhadap obat-obatan, sebagai “contoh buruk.” [jm/ka/rs]

source: voaindonesia.com afiliasi Katinting.com

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here