Petugas KPPS dalam pelaksanaan simulasi pemilu di Polda Sulbar, sedang mengarahkan seorang pemilih yang tuna netra. (dok. Ist)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Tersisa kurang dari 10 hari tiba ditanggal 14 Februari 2024, seluruh perangkat penyelenggara dan stakeholder pemilu, memastikan matangnya seluruh sarana dan prasarana, tidak terkecuali pengamanan di TPS.

Untuk itu, Senin (05/02) pagi tadi dibawah komando langsung oleh Kepolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar, menggelar simulasi pengamanan TPS saat penyelenggaraan pemilu berlangsung.

Diikuti oleh pejabat utama Polda Sulbar, serta sejumlah personel Polda Sulbar, Kapolda Sulbar memberikan gambaran rill hari H pencoblosan, sehingga saat hari H berlangsung nantinya, pengamanan pemilu dapat lebih maksimal.

Hampir semua tahapan mulai dari pembukaan TPS hingga perhitungan surat suara dan penutupan TPS benar benar diperagakan, untuk melihat langsung dan memberikan pemahaman kepada personil, bagaimana kemudian menerapkan SOP pengamanan nantinya di TPS.

Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Slamet Wahyudi, mengutarakan kegiatan simulasi itu, sebagai praktek nyata pelaksanaan pengamanan pemilu, dalam rangka memberikan pemahaman yang detil kepada anggota dalam pengamanan Pemilu.

“Selain itu, untuk menguji dan memastikan efektivitas langkah-langkah keamanan yang telah ditetapkan. Ini mencakup penerapan protokol keamanan, identifikasi risiko potensial, dan pelatihan petugas keamanan.” ujar Kombes Pol Slamet.

Mantan Kapolres Lampung Tengah ini, lebih jauh menjelaskan kegiatan simulasi diterapkan beberapa strategi, yang akan menjadi acuan pengamanan, meliputi ; Pertama, Tim pengamanan harus mengidentifikasi potensi risiko seperti kerumunan besar, ancaman keamanan, atau gangguan teknis.

“Kedua, langkah-langkah praktis seperti penempatan pos-pos pengamanan, pemeriksaan identitas, dan koordinasi dengan kepolisian setempat perlu dipertimbangkan dan diuji dan Ketiga, pelibatan petugas TPS dalam simulasi penting untuk memastikan pemahaman mereka terhadap peran dan tanggung jawab keamanan.” jelas Slamet Wahyudi.

Dalam simulasi itu juga Ia ungkapkan, Polda Sulbar melakukan upaya evaluasi menyeluruh dalam mengidentifikasi arae yang memerlukan perbaikan dan peningkatan pengamanan.

“Hasil dari simulasi ini menjadi dasar untuk menyempurnakan rencana keamanan dan meningkatkan kesiapan TPS saat hari pemilihan mendatang.” pungkas Slamet Wahyudi. (**/Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here