Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Mamuju Tengah, Colleng Sulaiman. (Dok. Ist)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Saat ini, tidak lebih dari dua pekan lagi, masyarakat muslim yang menjalankan ibadah puasa ramadan akan menjelang idul fitri. Sudah menjadi tradisi lazim jelang idul fitri, tingkat kebutuhan bahan pokok akan mengalami permintaan tinggi di pasaran.

Oleh permintaan yang tinggi kemudian, akan memicu lonjakan harga, bila kemudian tidak di barengi ketersediaan pasokan bahan pokok yang memadai di pasaran.

Akan tetapi kepada laman ini, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperidag) Mamuju Tengah Colleng Sulaiman, Senin (10/04) mengungkapkan bahwa masyarakat tak perlu resah akan ketersediaan pasokan bahan pokok.

Karena saat ini di pasar yang ada di Mamuju Tengah, ketersediaan stok bahan pokok cukup hingga akhir ramadan, sehingga meskipun kemudian nantinya tiba puncak permintaan tertinggi masyarakat belanja kebutuhan pokok, di Mamuju Tengah, stok masih aman.

“Stok kita aman sampai akhir ramadan, semua kebutuhan pokok distrubusinya lancar, sehingga sampai saat ini, harga juga cukup stabil” ungkap Colleng.

Mantan camat Pangale ini, menuturkan dengan kecukupan stok pasokan bahan baku saat ini di pasaran, tentu juga akan menjaga stabilisasi harga jelang idul fitri hingga usai idul fitri, sehingga masyarakat tak perlu risau, karena pasokan di jamin aman dan distribusi juga di jamin lancar.

“Makanya karena stok pasokan bahan pokok cukup aman, maka harga juga bisa di jamin, tidak akan mengalami pergerakan naik, sebagaimana lazimnya yang terjadi tahun tahun sebelumnya, karena distribusi pasokan lancar, tentu tidak alasan bagi pedagang menaikkan harga” tutur Colleng.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan pasokan dan distribusi yang lancar, salah satunya karena adanya kelompok Grandmax Mamuju Tengah (GMT) di mana mereka ini, menjadi salah satu moda transportasi distrubusi pasokan bahan pokok, yang berasal dari luar Mamuju Tengah, membawa ke Mamuju Tengah, sehingga memang tentu biaya produksi distribusi lebih murah.

“Ini salah hasil positif dengan adanya group GMT di Kab. Mamuju Tengah yang berjumlah kurang lebih 170 unit dan tersebar keluar propinsi Sulbar dengan membawa hasil bumi kembali ke Mamuju Tengah, berupa bahan pokok hasil bumi yang dibutuhkan masyarakat” pungkas Colleng. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here