PKM Mamasa, Sulbar. (dok ist)
banner 728x90

Mamasa, Katinting.com – Beberapa pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, mengeluhkan pelayanan yang mereka terima.

Pasien yang menggunakan jaminan kesehatan ini diarahkan untuk membeli obat-obatan dari apotek luar karena ketiadaan stok di fasilitas kesehatan tersebut.

Seorang pasien berinisial T (68 tahun) dan Y (78 tahun) mengungkapkan kekecewaan mereka saat harus membeli obat di Apotek Simpang 5. Keluarga pasien menyatakan bahwa mereka telah beberapa kali diarahkan ke apotek yang sama untuk membeli obat yang tidak tersedia di Puskesmas, meskipun mereka adalah peserta BPJS mandiri dengan iuran bulanan.

“Kami bayar BPJS tiap bulan, tapi obatnya selalu di luar tanggungan BPJS,” keluh keluarga pasien, Minggu, 14 April 2024.

Kepala Puskesmas Mamasa, Yusuf Pualillin, membantah bahwa puskesmas kehabisan obat, tetapi mengakui bahwa stok obat terbatas dan beberapa kali harus mengambil stok dari puskesmas lain. Sementara itu, staf rawat inap mengatakan bahwa obat yang diresepkan dokter diubah karena tidak efektif, sehingga memerlukan obat injeksi yang lebih cepat memulihkan kesehatan pasien.

Masalah lain yang dihadapi adalah perlakuan yang diterima oleh keluarga pasien dari seorang perawat, yang menyarankan agar mereka tidak langsung mengadu ke kepala puskesmas.

“Kepala puskesmas kan di rumah, yang tahu kondisi di Puskesmas sekarang kan perawat yang jaga,” ucapnya.

Lebih jauh, keluarga pasien mencurigai adanya koneksi antara perawat dan apotek terkait, terutama karena Apotek Simpang 5, yang sering direkomendasikan, adalah milik anak salah seorang perawat di Puskesmas Mamasa. Mereka khawatir ini menunjukkan konflik kepentingan yang mungkin mempengaruhi pelayanan yang mereka terima.

(Jeje)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here