Sejumlah lapak penjualan ikan di pasar tradisional Mamuju Tengah, kosong melompong, karena tidak adanya pasokan ikan, yang dapat dijajakan penjual ikan. (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

 

Mamuju Tengah, Katinting.com – Dampak cuaca extrim yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Bumi Lalla Tassisara, sebab salah satu sumber protein yang gampang mereka dapatkan, tidak tersedia.

Hal itu dikarenakan, ketersedian ikan di pasar tradisional Mamuju Tengah, mengalami krisis, sehingga pembukaan pasar ikan dalam beberapa hari terakhir lapak penjualan ikan dominan kosong tak berisi, tak seperti biasanya, ikan akan menumpuk disetiap lapak penjual ikan.

Pantauan laman ini, hingga Kamis (05/01) kondisi kosongnya sejumlah lapak penjual ikan dari tumpukan ikan yang mereka jajakan, terlihat jelas kosong melompong, sehingga warga yang datang ke pasar ikan, mencari ikan, tidak menemukan ikan yang mereka butuhkan untuk belanja.

“Sudah tiga hari, saya ini setiap pagi ke sini ke pasar ikan, mencari ikan, tapi ikan yang saya cari, sangat sulit saya temukan, karena keluarga di rumah sukanya hanya ikan air asin, sementara itu yang kosong” keluh Hastini, seorang ibu kepada katinting.com.

Warga lain, yang juga menyempatkan diri ke pasar ikan Kamis tadi, Sarkia, mengemukakan, bahwa sudah hampir sepekan, dirinya belanja pengganti ikan, yakni daging ayam, yang dijual perpotong, yang dibelanjanya, karena ikan air asin di pasar ikan tradisional Mamuju Tengah kosong.

“Ya ada sih dijual, tapi harganya luar biasa mahalnya, karena ikan jenis layang saja, sampai Rp.40 ribu pertiga ekor, sehingga saya memilih membeli daging ayam, sebagai pengganti ikan” ujar Sarkia.

Konfirmasi laman ini kepada penjual ikan, tidak menampik bahwa saat ini, terjadi krisis pasokan ikan air laut, dikarenakan, banyak nelayan rumpong, yang memilih tidak melaut, akibat cuaca extrim yang melanda wilayah Indonesia.

“Sehingga dari pada mereka, ambil resiko bertaruh nyawa, mereka memilih menepi dan tidak melaut, karenanya, kami hanya menjual ikan air tawar berupa ikan Bandeng dan ikan Nila, meski memang tak selaris dengan ikan air asin” ungkap Muhiddin.

Katanya, dengan tidak adanya pasokan ikan masuk Mamuju Tengah, yang biasanya dari Poso Sulteng, atau dari Parigi Sulteng, juga dari selatan Majene dan Polman, maka kondisi pasar saat ini sedikit sepi, karena konsumen memilih ke sumber protein seperti daging ayam dan telur serta Tempe juga Tahu.

“Mudah mudahan cuaca extrim ini cepat berlalu, sehingga nelayan rumpong mulai melaut kembali, untuk memenuhi pasokan ikan diberbagai wilayah, khususnya Mamuju Tengah” pungkas Muhiddin. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here