oleh

Memahami Pentingnya Beralih ke TV Digital

banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pemerintah terus berupaya mewujudkan digitalisasi penyiaran nasional yang berkualitas dicanangkan program Analog Switch Off (ASO).

Rencananya, pada tanggal 2 November 2022 mendatang, penggunaan TV Analog akan dihentikan.

Hal tersebut diketahui saat mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Penggunaan Penerapan Perangkat TV Digital dan Set Top Box (STB) dalam Pelaksanaan ASO (Analog Switch Off) yang berlangsung secara daring, Kamis, (16/6/22).

Staff Khusus Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, yang membuka acara Bimtek itu dalam sambutannya menyampaikan bahwa sangat penting beralih ke TV digital.

Katanya, pentingnya beralih dari TV analog ke TV digital adalah masyarakat akan mendapatkan siaran yang lebih bersih gambarnya, suarah jernih, teknologi canggih serta, mempunyai banyak program.

“Biasanya laporan dari berbagai daerah, mereka hanya bisa menyaksikan 6 chanel TV, tetapi kemudian setelah beralih ke TV digital mereka bisa nonton lebih dari 20 kanal TV,” kata Staff Khusus Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti.

Dia menyampaikan, untuk efisiensi frekuensi, jika siaran TV analog ini, satu stasiun TV membutuhkan 1 frekuensi padahal TV di Indonesia jumlahnya kurang lebih 700. Berarti butuh 700 frekuensi. Sedangkan kelebihan TV digital satu frekuensi hanya atau bisa digunakan 6 sampai 12 TV.

“Jadi memang sangat efisien, jadi sisanya bisa digunakan untuk broadband, kalau selama ini untuk broadcasting kemudian untuk broadband,” jelasnya.

Dia menjelaskan, broadband untuk peningkatan teknologi 5G guna perluasan akses internet dan lain sebagainya. Sehingga dengan begitu, banyak hal yang bisa digunakan dengan adanya teknologi 5G karena banyaknya frekuensi.

“Tidak menjadi masalah sehingga masyarkat bisa menjadi konten kreator untuk mengisi stasiun TV digital ini,” jelasnya.

Untuk Set Top Box, Dia meminta masyakat untuk tidak perlu menunggu hingga 2 November 2022 mendatang. Dia menghimbau kepada masyarakat menengah keatas membeli STB secara mandiri.

Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawa akan mendapatkan STB yang merupakan bantuan dari penyelenggara MUX (penyelenggaran multiplexing).

“Penyelenggara MUX adalah stasiun-stasiun TV besar nasional tetapi tidak semua TV nasional itu penyelenggara MUX. Jadi Ada kurang lebih 11 stasiun TV penyelenggara MUX yang berkomitmen memberikan Set Top Box secara gratis kepada rumah tangga miskin,” ucap Rosarita.

Jika dirasa masih kurang, pemerintah akan menambahkan. “Jadinya kami menghimbau untuk msayakat secara mandiri bisa membeli Set Top Box yang telah tersertifikasi atau yang sudah lolos laik operasi dari Kominfo,” tutup Rosarita.

(Anhar)

Bagikan

Komentar