Gambaran persawahan yang terdampak kekeringan. (dok Ist)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Salah satu kekuatiran aktivis lingkungan akan dampak kekeringan menghadapi badai El Nino, di Mamuju Tengah, kian nyata, sejumlah lahan pertanian warga dilumbung penghasil pangan, mulai mengalami kekeringan, akibatnya, lahan produksi pangan seperti persawahan, sudah ada yang tak bisa kelola karena kekeringan.

Salah seorang petani di Desa Pololereng, Mustafa, mengemukakan kalau masa garap sawah kedua dalam tahun ini, sudah tak bisa dilakukan, karena sumber air untuk mengairi sawah yang digarapnya, mengalami kekeringan. Akibatnya, sawah terbengkalai dalam kondisi kekeringan.

“Karena sawah kami, sawah tadah hujan, sementara intensitas hujan yang turun sangat minim, maka tentu tidak cukup untuk menjadi andalan sumber air mengairi sawah, sehingga kami putuskan tak menggarap lahan, disebabkan sawah kekeringan” ungkap Mustafa.

Katanya, dari berbagai sumber berita yang didapatkannya, bahwa memasuki Agustus 2023 ini, sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami kemarau ekstrim, maka bisa jadi kekeringan dengan minimnya curah intensitas hujan saat ini, pertanda kemarau ekstrim itu sudah melanda wilayah ini.

“Maka kalau kondisinya seperti, pemerintah mesti hadir memberikan kami solusi, agar kami tetap dapat menggarap lahan kami, yang terdampak kemarau ekstrim saat ini” kata Mustafa.

Terpisah Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Mamuju Tengah Asmira Djamal, kepada laman ini menyampaikan bahwa Pemkab Mamuju Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Mamuju Tengah menyiapkan langkah langkah antisipasi terhadap lahan yang berpotensi mengalami kekeringan di masa serangan badai El Nino.

Ia menuturkan, diantara langkah langkah yang akan di ambil adalah penyediaan pompa mobile, yang akan mengantar air dari sumber air ke lahan petani yang mengalami kekeringan.

“Jadi itu kami telah bicarakan dalam rapat beberapa waktu lalu, dan langkahnya adalah dengan terlebih dahulu melakukan pendataan, selanjutnya kami siapkan pompa mobile” tutur Asmira.

Mantan Camat Topoyo ini, mengungkapkan saat ini sudah memerintahkan Kabid terkaitnya, segera melakukan pendataan dan menyiapkan data, untuk digunakan melakukan intervensi program kekeringah pada lahan petani, khususnya lahan yang masuk dalam lahan penyedia cadangan pangan di Mamuju Tengah.

“Tentu kalau datanya telah rampung, kami segara melakukan intervensi berupa langkah langkah penyediaan pompa mobile, untuk mengairi lahan warga petani yang terdampak El Nino” pungkas Asmira. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here