oleh

Massa Amar Demo Polres, Tuntut Penuntasan Money Politik Pilkada Matra

-Pasangkayu-99 Dilihat
banner 728x90
Massa aksi yang demo depan kantor Polres Matra
Massa aksi yang demo depan kantor Polres Matra

 

Katinting.com, Pasangkayu – Persoalan seputar Pilkada Matra sepertinya belum juga usai, kali ini seratusan massa Abdullah Rasyid dan Marigun Rasyid (Amar) kembali menggelar unjuk rasa di depan kantor Polres Matra, Sabtu 2 April kemarin.

Lagi-lagi, mereka menuntut pihak kepolisian segera menuntaskan kasus dugaan money politik yang sebelumnya telah dihentikan penyelidikannya. Mereka mengklaim juga memiliki pendapat ahli yang menjadi pembanding pendapat ahli dari pihak kepolisian.

Aksi mereka kali ini nyaris mengarah pada aksi anarkis, sebab beberapa kelompok dalam massa mereka membawa golok. Untungnya pihak kepolisian dengan peralatan lengkap, segera membentuk brikade di jalan trans sulawesi depan kantor Polres Matra, sehingga massa tidak bisa merangsek masuk kedalam halaman kantor.

Saat polisi hendak menyita golok tersebut, si empunya golok sempat menolak dan mengadakan perlawanan, namun tidak berapa lama dan polisi akhirnya berhasil menyita golok mereka. Tidak hanya itu polisi juga menyita sejumlah obor, ban bekas, dan beberapa kardus air mineral gelas.

Pimpinan aksi Laperri mengatakan bahwa kedatangan mereka untuk meminta jawaban tegas dari kepolisian perihal kasus dugaan money politik yang dilaporkan, dan mengancam akan melekukan pendudukan jika jawaban itu belum juga dikeluarkan.

“Obor itu untuk persiapan kami menginap disini (kantor Polres Matra), kami hanya minta jawaban pihak kepolisian terkait pendapat ahli yang telah kami ajukan, apakah ditolak atau bagaimana,” ujar Laperri.

Sementara itu, setelah beberapa saat menunggu pihak kepolisian akhirnya mengeluarkan sebuah surat jawaban, yang berisi beberapa poin terkait tuntutan massa. Salah satu poinnya adalah meminta pada tim hukum Amar agar menguji kedua pendapat ahli tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan adanya surat jawaban tersebut, massa Amar pun akhirnya membubarkan diri dan kembali keposko tempat kumpul mereka. (Joni)

Bagikan