oleh

Malam Purnama Penuh Gairah (Part.4)

banner 728x90

Oleh : Fhatur Anjasmara

Siang itu, di salah satu sudut alun alun di Kota Manakarra, tampak beberapa orang sedang asyik bersenda gurau dengan rekan rekannya, sekelebat pandangan Saya menangkap raut wajah seseorang yang cukup kukenali, dari satu orang di antara perempuan muda, dengan balutan busana karyawan salah satu perusahaan swasta di Manakarra. Lansung saja sosok itu Saya kenali, meski sepekan sudah berlalu, usai pertemuan perdana kami dan sekaligus perkenalan kami.

Ya di antara perempuan yang sedang bersenda gurau sembari menikmati es kelapa muda, melapis tenggorokan mereka, karena disadari, udara siang itu memang agak cukup membuat gerah siapapun, tidak terkecuali pada tenggorokan Saya, Saya mengenali satu diantara mereka adalah perempuan yang sempat Saya kenal di pusat perbelanjaan sepekan sebelumnya, bernama Aline.

Setelah Saya memilih tempat yang cukup strategis, dan bisa lansung saling mengenali wajah lewat pandangan, karena cukup dekat, Saya pun menyapanya…

“Hai Aline, senang mangkal di sini juga ya..??” membuatnya terperangah, seketika menyadari dan mengenali suara Saya dan Dia pun mengangkat wajahnya tepat ke arah sumber suara Saya.

“Ya kak Irvan, dengan siapa kak, gabung saja di sini, bareng teman teman Aline kak” tawarnya kepada Saya.

Tidak membuang waktu, Saya pun berpindah tempat duduk dan bergeser tempat duduk ke meja mereka, tanpa basa basi, Aline lansung memperkenalkan kepada Saya temannya satu persatu, kemudian sebaliknya, Saya, Dia perkenalkan kepada teman temannya.

“Kak.. ini teman teman satu tempat kerja dengan Saya, yang di samping kanan kakak adalah Rina, depan ini adalah Arinda, dan teman teman ini kak Irvan, teman Saya” jelasnya memperkenalkan teman temannya ke Saya dan Saya ke teman temannya, kemudian di sertai senyum  renyah di antara Saya, Aline dan teman temannya.

Kurang lebih 40 menit, Saya dan Aline beserta teman temannya menghabiskan waktu di alun alun Manakarra, dan setelah kami memerhatikan penunjuk waktu masing masing, kami akhirnya memutuskan untuk beranjak dari tempat tersebut, karena sebentar lagi masa istirahat siang kami, di tempat kerja kami masing masing akan usai.

Sebelum Saya benar benar meninggalkan tempat tersebut, tetiba Aline menghampiri Saya meminta agar Saya menyimpan nomor teleponnya, kemudian Saya pun mencatat nomor dara Ambon Sumatera ini, ke dalam phonebook perangkat pager Saya, dan kami kemudian sama sama berpamitan meninggalkan alun alun.. namun saat baru akan melangkah, Aline kembali membalik badannya menyapa Saya..

“Kak Irvan jangan lupa telpon atau chat WA ya ?” harapnya kemudian kepada Saya, dan Saya hanya menganguk sebagai tanda setuju, serta kami pun sama sama berlalu dari tempat masing masing.

Sepanjang perjalanan menuju tempat kerja, usai istirahat siang, sekilas terbayang wajah Aline, yang berharap kiranya agar Saya menghubunginya baik via telepon maupun via chat WA, tentu kehadiran wajah Aline ini, membuat Saya tersenyum dalam perjalanan menuju tempat kerja, hingga kemudian sampai ke ruang kerja, sisa senyum senyum sendiri masih terlihat.

Akibatnya, saat melintasi derek meja kerja rekan kerja Saya, si Resky, salah seorang provokator para jomblo di tempat kerja kami, mengerjai Saya, karena mendapati Saya senyum senyum sendiri. “Aduh lihat tuh, kandidat direktur termuda di tempat kerja kita, senyum senyum sendiri, sepertinya sudah mendapatkan kepastian kapan di naikkan jabatan barunya.. woi kalau lagi bahagia di bagi bagi dong bahagianya..” teriak Resky membuatku sedikit tersipu malu di hadapan beberapa rekan kerja yang sudah mulai berdatangan usai istirahat kerja…

“Ih apa sih… orang lagi bahagia di usilin, tidak bahagian juga di usulin..” gerutu Saya ke Resky.

“Maksudnya loe bahagia, karena sudah dapat kabar naik jabatan direktur baru ya… selamat ya Irvan” ucap Resky, membuat Saya segera meluruskan, bahwa Saya senyum senyum bukan karena soal jabatan, tapi baru saja abis istirahat siang di alun alun bersama beberapa bidadari di Kota Manakarra” klarifikasi Saya pada Resky, agar kemudian Resky tak melanjutkan ledekannya soal jabatan yang belum jelas kabarnya.

Tapi bukannya Resky berhenti, namun bahan ledekannya malah bertambah dengan penjelasan Saya… “Wah asyik dong, ketiban durian runtuh, di satu sisi dapat promosi jabatan, di sisi lain dapat calon jodoh nih, selamat ya kawan Irvan” ledek Resky sembari terkekeh. Tapi tak ingin berlama lama di ledek Resky, Saya memutuskan segera meninggalkan Resky, yang masih saja mencari bahan untuk melanjutkan ledekannya.

“Tau ah… Saya mau ke meja kerja dulu, mau selesaikan beberapa kerjaan, biar bisa pulang cepat nanti, tidak lembur lagi” semburku ke Resky dan Saya segera masuk ruang kerja, tanpa memedulikan lagi apakah Resky mendapatkan bahan ledekan baru atau tidak….. Bersambung.

(Akankah Irvan menghubungi Aline dara Ambon – Sumatera tersebut ????, ataukah Irvan tipe pria acuh kepada perempuan yang mengharap dirinya… nantikan episode berikutnya di Part. 5)

Bagikan
banner 728x90

Komentar