Unjukrasa mahasiswa Mamuju menuntut penyelesaian kasus Rezky di PN Makassar. (Srf)
banner 728x90

Makassar, Katinting.com – Masih ingat kasus tewasnya Rezky Evienia Syamsul (22), mahasiswi Fakultas Kedokteran UMI Makassar yang tak lain adalah anak dari Syamsul Suddin yang menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Mamuju tahun 2016 lalu.

Rezky Evienia Syamsul menghembuskan napas pada, Selasa (7/6/2016) silam diduga karena kelalaian yang dilakukan oleh seniornya, saat mengikuti kegiatan pengkaderan Tim Bantuan Medis (TBM) 110-FK UMI di pegunungan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.

Terkait hal tersebut sejumlah mahasiswa asal Mamuju mendatangi kantor kejaksaan negeri Makasaar di jalan R.A Kartini Makassar, Senin 9 April 2018 kemarin Sekira Pukul 11.00 Siang untuk mendesak kejaksaan agar segera menuntaskan kasus tersebut, sehingga para tersangkanya yang saat ini masih bebas berkeliaran mendapatkan hukuman yang setimpal.

Sejumlah mahasiswa Mamuju yang ada di Makassar merasa penyelesaian kasus Rezky tak kunjung tuntas karena sidang yang sudah memasuki agenda tuntutan terhadap tersangka berulang kali ditunda.

Dalam aksinya, jenderal lapangan Aliansi Mahasiswa Mamuju, Handika Desta Putra menilai penundaan sidang lanjutan kasus pembunuhan Rezky disengaja.

“Kejari Makassar harus terbuka, jangan ini semua dilakukan terus penundaan,” tegas Andika Desta Putra saat di konfirmasi via whatsapp, Selasa (10/4).

Lanjut Andika Desta Putra menegaskan, jika kasus tersebut masih terkatung-katung maka pihaknya akan kembali turun dengan membawah massa lebih banyak.

Menaggapi tuntutan mahasiswa Mamuju, Humas Pengadilan Negeri Makassar, Bambang Nur Cahyo mengatakan bahwa penundaan atas sudang putusan kasus Rezky dikarenakan jaksa penuntut umum berhalangan hadir dengan alasan sakit.

Penanganan kasus Rezky sempat terseok-seok, pasalnya Polda Sulsel baru melimpahkan barang bukti dan tersangka tahap kedua ke pengadilan negeri pada Juli 2017 lalu. Adapun sidang perdana untuk ketiga terdakwa baru digelar pada kamis (13/7/2017).

Meski kini kasusnya telah disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar, namun hal itu tak serta merta membuat tiga terdakwa yang juga merupakan rekan korban berinisial, Hj (21 Tahun), Sf (19 Tahun), dan Wr (21 Tahun) bisa dijatuhi vonis dengan cepat.

(Syarifuddin) 

Bagikan
Deskripsi gambar...