Kepala Kanwil Kemenkumham Sulbar, Faisol Ali sambutan saat promosi dan diseminasi kekayaan intelektual lainnya. (dok. Anhar)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.comPromosi dan diseminasi kekayaan intelektual lainnya berlangsung di aula pengayoman Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Barat (Sulbar). Kamis 10 November 2022.

Kegiatan yang melibatkan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulbar, AJI Kota Mandar, dan sejumlah stake holder dimaksudkan untuk peningkatan pemahaman kekayaan intelektual dalam rangka penyebarluasan informasi.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulbar, Faisol Ali, dalam sambutannya menyampaikan, Festival Sandeq telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM dan ini merupakan karya nyata milik Sulawesi Barat.

Dengan adanya kegiatan promosi dan diseminasi ini yang melibatkan media, Faisol Ali berharap bisa menjadi perpanjangan informasi. Sehingga apa yang menjadi tugas dan fungsi Kemenkumham tersampaikan publik.

Faisol juga menyampaikan pada tahun 2023 sebagai tahun merek yang memprogramkan 1 desa 1 merek.

Sebagai narasumber, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkumham Sulbar, Alexander Palki menyampaikan pentingnya pendaftaran merek dan hak cipta bagi sebuah usaha.

Kata dia, banyak produk-produk lokal baik makanan, kerajinan dan objek wisata di Sulbar yang perlu mendapatkan perhatian dalam hal pendaftaran merek dan hak cipta, kekayaan intelektual.

Dari data yang disajikan hingga oktober tahun 2022, jumlah Kekayaan Intelektual (KI) personal yang sudah didaftarkan yaitu, Merek 123 dan Hak Cipta 105, sedangkan Paten, Rahasia Dagang, DTSLT (Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu), Desain Industri itu belum ada satu pun.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kemenkumham Sulbar, Abdullah mengutarakan hal yang sama bahwa perlunya kerjasama stakeholder dan Kemenkumham untuk membumikan kekayaan intelektual di Sulbar.

Ia berharap, tenun sekomandi sifatnya komunal harus didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju, pungkasnya.

Peserta sosialiasi dari PMII Cabang Mamuju mempertanyakan keberadaan Tenun Sekomandi yang sudah sejak lama belum di daftarkan. Ia berharap dinas terkait mampu mendaftarkannya.

“Ini sudah lama terdengar akan di daftarkan, dan selalu proses dan berproses. Belum terdata di kekayaan intelktual komunitas, ini mendapat perhatian serius dari dinas terkait jangan larut-larut sebelum dicaplok yang lain,” ucapnya.

Peserta lainnya berharap sosialisasi masif dilakukan agar dapat menggugah kesadaran untuk mendaftarkan kekayaan intelektual di Sulbar.

(AP/Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here