banner 728x90

Kembali Menuai Sorotan, Sekdis PUPR Beberkan Rumah Agro Dan Landscape Tidak Mark Up

banner 728x90

RDP Antara DPRD Dan Dinas PUPR Dengan Mahasiswa Di Ruang Aspirasi DPRD Pasangkayu

Pasangkayu, Katinting.com – Sekdis PUPR Pasangkayu, Samarlin menjawab tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam IPMA Pasangkayu (Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju) terkait beberapa hal.

Para mahasiswa, fokus mempertanyakan soal pembangunan Rumah Smart Agro dengan anggaran Rp1,5 M dan landscape bernilai Rp2,9 M serta Rumah Tahfidz Quran sebesar Rp1,1 M.

Yang menjadi soal bagi mahasiswa, yakni ada indikasi pelanggaran soal penganggaran landscape dan rumah agro karena tumpang tindih.

Rumah Agro 4.0 Yang Jadi Sorotan

Sedang, Rumah Tahfidz Quran dipersoalkan adalah lokasinya dinilai tidak tepat. Sebab, bangunan tersebut diduga berdiri di atas lahan dan terintegrasi dengan rumah pribadi mantan bupati Pasangkayu.

Padahal lanjut mahasiswa, sejatinya anggaran pembangunan Rumah Tahfidz Quran sebaiknya dialokasikan saja ke beberapa pesantren yang ada.

Dan mengherankan bagi mahasiswa, ada yang perlu dibangun secara prioritas yakni asrama mahasiswa khusus di Mamuju. Sebab, mahasiswa merasa dianaktirikan oleh pemda Pasangkayu.

Karena sudah berlarut, pihak IPMA pun melakukan aksi demonstrasi di gedung DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin, 12 April 2021 menuntut hak sama dengan mahasiswa Pasangkayu di daerah lain.

Menurut Sumarlin, pembangunan Rumah Agro bertujuan untuk akses tujuh bangunan kantor dinas sekitarnya dan juga mendukung visi-misi bupati.

Selain itu, dapat difungsikan untuk mengintegrasikan dunia internet dengan hasil produksi di daerah ini khusus di bidang agro yang dapat memberikan akses informasi secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat.

Dan landscape dibangun karena akses di areal perkantoran masih berlumpur yang terkendala bila dilalui kendaraan yang dapat menyebabkan gangguan pelayanan birokrasi.

“Memang nilai anggarannya (landscape) lumayan besar. Tapi, tidak mark up, sebab sudah dilakukan tahapan yang sesuai mekanisme proses pengadaan barang dan jasa,” tutur Sumarlin.

Sedangkan pekerjaannya, lanjut Sumarlin, juga tidak dilaksanakan secara bersamaan dan tidak tumpang tindih anggaran seperti yang dituduhkan selama ini.

Arham Bustaman

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kembali Menuai Sorotan, Sekdis PUPR Beberkan Rumah Agro Dan Landscape Tidak Mark Up"