Zulkifli dan Anne saat duduk dipelaminan (Istimewa)
Zulkifli dan Anne memperlihatkan buku nikah. (Ist.)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Zulkifli, Pemuda asal Mamuju resmi menikah dengan Danielle Anne Rosenberg yang berasal dari Melbourne, Australia, siang tadi Jumat (28/12), di Lingkungan Rawa, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

Saat ditemui ditempat digelarnya pernikahan tersebut, Zulkifli bercerita, awal perkenalannya dengan Danielle Anne Rosenberg pada 28 Januari 2016 lalu. Saat itu, gadis berusia 24 tahun tersebut sedang berlibur di Bali.

“Kami ketemu di Bali, pertama saya liat, ditempat live music. Saat itu saya sempat nyanyi. Dia datang sebagai pengunjung,” cerita Zulkifli.

Dipertemuan tersebut, Zulkifli pun meminta nama akun media sosial (medsos) facebook Anne Rosenberg, sebelum Anne kembali Australia. Dua tahun berteman di medsos, Zulkifli tidak pernah membangun komunikasi dengan Anne. Setelah itu, pada bulan Juni 2018, Anne Rosenberg kembali berlibur kembali. Disitulah komunikasi dua sejoli ini intens mereka lakukan.

“Saya liat dia nonton video saya di Instagram baru saya beranikan diri untuk memulai komunikasi dengan dia (Anne Rosenberg), dan ternyata saat itu di ada di Bali sedang liburan,” ungkapnya.

Akhirnya pria yang berprofesi sebagai penyanyi cafe di Bali ini pun memberanikan diri untuk mengajak Anne Rosenberg mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali.

Setelah itu, Anne pun kembali memutuskan untuk pulang ke Australia. Namun yang karena sudah saling akrab, mereka pun hanya melakukan komunikasi via medsos. “Kami berteman selama dua bulan, kami hanya video call, dan akhirnya kami pacaran,” akunya.

Demi membuktikan cintanya kepada Anne, pada bulan Agustus kemarin, Zulkifli akhirnya terbang ke Australia meminta restu ke orang tua Anne. “Saya disana (Australia) selama tiga bulan. Dan disitulah saya ajak nikah dan meminta restu dari orangtua nya,” terangnya.

Disaat pria kelahiran, 9 maret 1994 ini menyatakan keseriusannya untuk menikahi Anne, Zulkifli mengaku sempat buat frustasi. Sebab keyakinan mereka berbeda. Namun karena cintanya, Anne memutuskan menjadi seorang mualaf yang mendapat persetujuan dari orang tuanya. Dan akhirnya Anne resmi memeluk agama Islam, mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Syuhada, Mamuju, pekan kemarin, dengan nama Islamnya St. Hawaya.

“Pernikahan kami dihadiri oleh kedua orangtuanya, tantenya dan kerabatnya dari Australia dan juga ada dari Belanda. Dan kalau mau tahu maharnya, hanya seperangkat alat salat, uang 80 riyal (mata uang arab) dan mas kawin. Tidak ada uang panai,” katanya.

Zulkifli menuturkan, kedua orangtua Anne hampir saja tak dapat menghadiri resepsi pernikahannya, hal itu dikarenakan tengah sibuk dengan segala kegiatannya dalam menyambut hari Natal. “Namun setelah mendekati acara akhirnya mereka menyempatkan datang karena tertarik dengan pakaian adat. Resepsi tadi kami memakai pakaian adat Mandar,” ucapnya.

Anne saat ditanyai terkait ketertarikannya kepada Zulkifli, mengatakan, pada awalnya karena dirinya menyukai suara Zulkifli saat menyanyi di Cafe dimana pertama kali mereka bertemu.

“Setelah saling kenal dia (Zulkifli) murah senyum, humoris, rajin dan saya suka dengar suaranya saat lagi nyanyi di Cafe. Dari faktor nyanyi awalnya saya suka,” ungkap Anne dalam bahasa inggris yang diartikan suaminya.

Setelah menjalani resepsi pernikahan, rencananya kedua pasangan baru ini, pada bulan Januari mendatang akan bertolak ke Australia dan memutuskan untuk menetap disana. Hal itu dikarenakan Anne juga adalah seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan yang ada di sana.

“Kami tetap satu-satu (Australia-Indonesia) warga negara. Tapi saya bikin visa partner. Jadi setelah menikah, sekitar empat tahun lebih saya akan menetap di Australia saya juga akan kerja disana. Januari Insyaallah kami kesana,” tutup Zulkifli.

Anne saat memakai baju adat. (Ist.)

(Zulkifli)

Bagikan
Deskripsi gambar...