Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Amri Yudhy didampini Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, IPTU Fredy saat memberikan keterangan kepada para wartawan, di Markas Polres Mamuju Tengah. (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Sampai saat ini aparat kepolisian resort Mamuju Tengah, masih terus melakukan pengembangan upaya pengungkapan kasus meninggalnya Mama Wiwik dengan nama KTP Jumiati, di Desa Sukamaju, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, pasca ditemukannya, bersimbah darah di jalan trans sulawesi pada Selasa (25/04) malam.

Dalam keterangan persnya, kepada sejumlah wartawan di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, di Kapolres AKBP Amri Yudhy, mengemukakan bahwa pihak penyidik masih terus bekerja mengumpulkan bukti bukti lapangan, guna mengungkap siapa pelaku dan apa motif dibalik di temukannya Mama Wiwik bersimbah darah beberapa malam lalu.

Ia menuturkan bahwa salah satu upaya pihak penyidik melakukan penelusuran motif pembunuhan, dengan memintai keterangan kepada para tetangga korban, namun tidak banyak informasi yang dapat digali, karena korban cukup tertutup bagi tetangganya.

“Jadi korban ini cukup tertutup, sehingga juga menjadi penyebab lambatnya, menelusuri kemungkinan motif yang memicu pembunuhan pada korban, karena tertutup ini, maka minim pula informasi kami dapatkan terkait profile korban” tutur Amri.

Baca juga : https://katinting.com/mama-wiwik-meregang-nyawa-usai-dibacok-otk/

Namun, tidak berarti itu akan menghambat penyidikan, karenanya, saat ini sudah 8 orang saksi yang dimintai keterangan oleh pihak penyidik, dan sementara sudah titik terang, namun belum bisa di buka ke publik, karena jangan sampai ini akan mengganggu proses pengungkapan siapa pelaku maupun dalang pembunuhan ini.

“Maka biarkan pihak penyidik dulu bekerja, nanti juga akan kami buka ke publik, kalau berdasar kajian penyidik sudah dapat di buka ke publik, yang jelas saat ini kami sedang bekerja, berupaya menuntaskan kasus ini” jelas Amri.

Katanya, yang pasti berdasarkan hasil otopsi korban meninggal di sebabkan tikaman yang menghujam ke tubuhnya mengenai paru paru dan tikaman lainnya, mengenai ginjalnya, nah dua hujaman tikaman ini, yang menjadi kesimpulan korban meregang nyawa saat dalam penanganan medis di PKM Lara.

“Karena jumlah tikaman dibagian belakang yang ditemukan, mencapai 5 tikaman” pungkas Amri. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here