banner 728x90
Jokowi menyapa massa kampanye Akbar. (Foto Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Calon Presiden nomor urut 1, Joko Widodo (Jokowi) bersama Istri Iriana Jokowi menggelar Kampanye Akbar di Mamuju, Ibukota Provinsi Sulbar, Kamis (28/3).

Bendahara Tim Kampanye Daerah (TKD) Capres dan Cawapres, Jokowi-Ma’ruf Amin, Muhammad Jayadi mengatakan, Kampanye Akbar yang digelar di lapangan Ahmad Kirang, Mamuju ini dihadiri sebanyak 25 ribu orang.

Capres Jokowi saat menyampaikan orasi politiknya, mengaku sangat senang berada di Sulbar. Selain itu, dirinya memuji Kabupaten Mamuju. Dia menganggap Mamuju ini adalah etalasenya Indonesia.

“Disini keberagaman berbeda-beda, majemuk sukunya, agamanya, bahasa dan budayanya, tetapi tetap satu dalam bingkai NKRI,” katanya.

Jokowi meminta kepada seluruh masyarakat Sulbar, untuk menjaga, merawat persatuan meski berbeda pilihan dengan yang lainnya.

“Pemilu itu pesta demokrasi, jangan hanya karena Pilpres kita terpecah belah, kita harus rukun,”  pintanya.

Selain itu, Jokowi juga mengaku, mendekati pesta demokrasi 17 April mendatang, banyak isu-isu hoaks yang menyerang dirinya dan pasangannya, Ma’ruf Amin.

Ada tiga isu-isu hoaks yang dipaparkan Jokowi kepada massa yang memenuhi lapangan Ahmad Kirang itu yakni, jika Jokowi-Ma’ruf menang, pendidikan agama akan dihapus, Adzan dilarang, dan perkawinan sejenis atau LBGT akan dilegalkan.

“Siapapun Presidennya tidak ada yang berani menghapus pendidikan agama. Siapa yang berani melarang adzan? Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk Islam terbesar didunia,” jelasnya.

Menanggapi soal LBGT, ia mengatakan, “Itu tidak mungkin. Ini gara-gara politik yang tidak beretika, tidak beradab, semua cara di halalkan. Inilah yang harus kita sikapi bersama,” tegas Jokowi.

(Zulkifli)

Bagikan

Comment