Foto bersama kadisbun Sulbar Herdin Ismail dan Apkasindo usai pertemuan. (*)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Dinas Perkebunan Sulawesi Barat (Sulbar) mengadakan rapat dengan Asosiasi Petani Sawit di Kantor Dinas Perkebunan Sulbar pada Senin, 29 Januari 2024.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Herdin Ismail, dihadiri oleh Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).

Rapat ini membahas penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, yang saat ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2018, dengan tujuan memberikan perlindungan kepada petani sawit untuk mendapatkan harga yang wajar dan menghindari persaingan tidak sehat.

Herdin Ismail menyatakan bahwa langkah pertama dalam penentuan indeks harga TBS adalah pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengikat, sesuai dengan Permentan Nomor 1 Tahun 2018 dan Peraturan Daerah (Perda).

Menurutnya, hal ini penting sebagai pedoman utama dalam penentuan harga TBS ke depan.

Perwakilan Apkasindo, A. Kasruddin, menyampaikan perlunya perbaikan sistem penentuan harga TBS dengan mempertimbangkan umur tanaman serta perbaikan penanganan bibit sawit. Dia juga menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah daerah dalam hal ini, serta penguatan kelompok petani kelapa sawit di Sulbar.

Konsolidasi dengan perusahaan sawit dan stakeholder terkait akan terus dioptimalkan, sehingga pada penentuan harga selanjutnya dapat mencapai kesepakatan berdasarkan SOP yang telah disepakati.

Dengan kerja sama antara pemerintah, asosiasi petani, dan pelaku usaha, diharapkan permasalahan seperti kemitraan yang tidak berjalan lancar dan kelembagaan yang amburadul dapat segera diperbaiki. Diplomasi akan memainkan peran penting dalam pertemuan penetapan Harga TBS berikutnya, dengan tujuan mencapai perkebunan yang berkelanjutan bagi semua pihak.

(*/ed:Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here