Suasana jual beli di pasar tradisional (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pemprov Sulbar melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulbar, segera mengambil langkah startegis yang bisa menjadi sarana protektif menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan.

Dihadiri oleh sejumlah stakeholder terkaitnya, TPID Sulbar menggelar rapat secara luring, menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat dan BPS Sulbar, diikuti oleh erwakilan Dinas Perhubungan, Dinas TPHP, Dinas Ketapang, Bapperida, Inspektorat, BPKPD, ESDM, Perwakilan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaraan, Perum Bulog Mamuju, Satgas Pangan serta Sekertaris TPID Sulbar Hamdani Hamdi yang juga Kepala Biro Ekbang Setda Sulbar selaku pimpinan rapat, Kamis (22/02).

Ketua TPID Sulbar Muhammad Idris DP, tegas menyampaikan bahwa TPID mesti memiliki langkah startegis guna memastikan menekan laju kenaikan harga bahan pokok.

“Maka TPID perlu terus melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan serta advokasi terhadap perkembangan harga komoditas, mengintensifkan intervensi harga komoditas selama Ramadhan” tegas Muhammad Idris.

Ia juga berharap kiranya, semua stakeholder TPID Sulbar membuat program murah sebanyak mungkin melalui Satgas Pangan dengan terus menyemarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Sulawesi Barat.

“Juga terus memantau jalur distribusi pangan dan gas, yang berpotensi mengganggu jalur distribusi pangan, yang menjadi salah satu penyebab naiknya harga kebutuhan pokok secara tiba tiba” jelas Muhammad Idris.

Tentu rapat TPID secara luring tersebut juga bertujuan Pengendalian inflasi secara konkret jelang HKBN Tahun 2024, persiapan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID serta penyampaian Laporan One Pages Summery program unggulan TPID Tahun 2023 dalam rangka penilaian kinerja TPID Award Tahun 2024.

“Semua tentu butuh perhatian bersama, agar implementasinya dapat dilaksanakan dengan baik” urai Muhammad Idris.

Terpisah, Deputi Perwakilan BI Sulbar Ahmad, menyampaikan program unggulan TPID Sulbar yang akan diikutkan dalam penilaian TPID Award 2024 yaitu “GEMA PASIGAKI” Gerakan Bersama Percepatan Pengendalian Inflasi dari hulu ke hilir,

“Dengan menggunakan istilah-istilah bahasa daerah seperti dari DKP menggunakan Istilah “PAMEKAN” Teknologi Penyimpanan Ikan, Dinas Ketapang Sekolah Pelatihan Kelompok Tani “SAPOTA” dan lainnya” beber Ahmad.

Juga dari BPS Sulbar menyampaikan, Inflasi Sulbar Januari 2024 (y-on-y) 2,25 persen, sedang inflasi antar wilayah IHK Majene 3,14 persen, andil komoditas inflasi (m-to-m) beras 0,26 persen, bawang merah 0,18 persen, ikan cakalang 0,15 persen.

“Sedangkan Mamuju 0,86 persen, andil komoditas inflasi (m-to-m) bawang merah 0,09 persen, biskuit 0,05 persen, ikan katamba 0,04 persen. Waspada kenaikan harga menjelang Ramadhan seperti komoditas penyumbang inflasi, beras, cabai-cabaian, telur ayam ras dan beberapa komoditas lainnya.” (**/Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here