Suasana banjir yang merendam akses penghubung Desa Saloadak dengan ibukota kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Sabtu 08 Juli 2023. (dok Ist)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Akses jalan penghubung Desa Saloadak atau Tobadak VII dengan ibukota kecamatan, terputus akibat terendam air genangan pasca wilayah tersebut di guyur hujan lebih dari empat jam, pada Jumat malam hingga Sabtu (08/07) dinihari tadi.

Akibat dari terendamnya jalur penghubung ini, membuat warga di wilayah Desa Saloadak, terganggu sejumlah aktivitasnya, bahkan bukan hanya warga dari Dsa Saloadak, tapi juga warga dari Desa Sejati atau Tobadak VIII, juga terkendala, sebab jalan yang terendam menjadi satu satunya akses menuju ibukota kecamatan Tobadak.

Salah seorang warga Saloadak Misra, melalui pesan pagernya, kepada laman ini, mengungkapkan bahwa air saat ini setinggi lutut orang dewasa di atas badan jalan, sehingga untuk kendaraan roda dua seperti motor matic, tak bisa melewati genangan.

“Kalau terendam seperti itu, kami yang kesulitan, keluar masuk, termasuk kesulitan mengakses pasar dan sarana kesehatan di ibukota kecamatan, maupun urusan lainnya” ungkap Misra.

Katanya, kejadian air merendam jalan penghubung desanya dengan ibukota kecamatan, tapi jarang air melebihi lutut orang dewasa, biasanya hanya setinggi 10 centimeter, sehingga kendaraan roda dua masih bisa melintas.

“Tapi kali ini, cukup tinggi, tentu kami berharap ini bisa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, sebab kondisi ini meskipun jarang terjadi ketingiannya hingga di atas 50 centimeter, tapi kalau terjadi seperti saat ini, pasti kami kesulitan” kata Misra.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Lukas, warga Desa Polongaan atau Tobadak III, yang punya lahan kebun di wilayah Saloadak, sebab kalau banjir menggenangi jalan di sana, maka ia akan mengurungkan niatnya ke kebun, dan katanya dalam dua bulan terakhir, sudah sering air setinggi di atas 50 centimeter merendam jalan di wilayah itu.

“Iya saya dapat kabar kalau banjir lagi di sana, makanya tadi rencana mau ke lahan, namun karena dapat kabar banjir maka saya urung ke sana, saya kira ini perlu segera diperhatikan, karena sudah sering terjadi, harus ada antisipasi” singkat Lukas. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here