Kondisi ruas Jalan Yos Sudarso depan Hotel Maleo hingga Anjungan Pantai Manakarra. (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Ruas jalan nasional lintas barat sulawesi yang berada di jantung ibukota provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di ruas Jalan Yos Sudarso Mamuju atau sepanjang depan Maleo Hotel hingga Anjungan Pantai Manakarra, banyak di keluhkan oleh pengguna jalan, akibat sejumlah benjolan karena aspal terangkat.

Sejumlah pengendara yang memanfaatkan ruas ini, untuk sejumlah alasan, mengemukakan harapannya, agar kiranya ruas jalan tersebut, dapat menjadi prioritas pihak terkait, dalam pembangunan dan pengembangan kota Mamuju, karena berdampak pada ketidaknyamanan penggunanya.

Menyikapi keluhan pengguna jalan di ruas ini, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) di Sulbar melalui PPK-1.1 Mamuju, Satker PJN-1 Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Idris Djafar, menyampaikan bahwa BPJN Sulbar akan segera melakukan penanganan pada ruas yang dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan.

Ia mengatakan penanganan untuk upgrade ruas jalan nasional lintas barat sulawesi di jantung ibukota Sulbar di Mamuju bukan hanya pada ruas Jalan Yos Sudarso Mamuju, tapi sejumlah ruas terhubung dengan ruas Jalan Yos Sudarso juga akan menjadi prioritas.

“Jadi bukan hanya jalan Yos Sudarso yang akan kami upgrade dari jalan daerah ke jalan nasional, tapi ruas jalan Jl. RE Martadinata, Jl. H. Abd. Malik Pattana Endeng, Jl. Martadinata, Arteri MARR Yos Sudarso hingga Jl. Martadinata (Akses Pelabuhan)” kata Idris, Kamis (04/04)

Lanjut Idris, pengelolaan ruas jalan itu, akan dilakukan mulai tahun 2025 nanti, melalui pendanan SBSN Tahun 2025, dengan ploting anggaran yang dibutuhakan mencapai puluhan miliar.

“Anggarannya berkisar Rp.75 miliar, untuk penanganan sejumlah ruas jalan daerah di Mamuju, yang BPJN akan upgrade ke jalan nasional” sebut Idris.

Ia juga menuturkan selain upgrade pada sejumlah ruas jalan daerah ke jalan nasional, pihaknya juga memastikan untuk penanganan tanggul Arteri sementara dalam pembuatan desain penanganan dengan (pasangan batu dan Tripod Breakwater).

“Rencana usulan penanganan Tahun 2024. Diusulkan penanganan of favement ke pusat sebelum lebaran.” pungkas Idris. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here