Aparat saat mengerumuni pengendara yang motornya usai jumping. (dok SS Vidio)
banner 728x90

 

Mamuju Tengah, Katinting.com – Vidio viral, yang menggambarkan kekerasan yang dilakukan oleh polisi di duga aparat dari Polres Mamuju Tengah, saat operasi penertiban balapan liar diwilayah Salugatta, mendapat kecamatan dari berbagai elemen.

Kecaman pun juga di sampaikan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Mamuju Tengah Sulawesi Barat, melalui keterangan persnya, yang diterima oleh laman ini, mereka mengecam kekerasan yang ditampilkan polisi dalam vidio tersebut, saat memberhentikan pengendara roda dua.

Katanya, apa yang tampak dalam vidio tersebut merupakan prilaku aparat mempertontonkan gaya arogansinya di lapangan saat melakukan operasi, karena apa yang mereka lakukan seperti dalam vidio tersebut, tidak sesuai dengan prosedur tetap (Protap) yang berlaku dilingkungan kepolisian.

“Kami mengecam keras tindakan aparat kepolisian, karena itu adalah tindakan kekerasan dan refresif hingga menyeret manusia seperti binatang” sebut IPM Mamuju Tengah, melalui Ketuanya Masril. Rabu (29/03)

Baca juga; https://katinting.com/breaking-news-diduga-aparat-polres-mamuju-tengah-beringas-dalam-penindakan-pelanggar-lalulintas/

Bagi IPM Mamuju Tengah mengapresiasi tindakan aparat dari jajaran Polres Mamuju Tengah, atas upaya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat Mamuju Tengah dalam menjalankan ibadah puasa, dengan melakukan patroli penertiban balapan liar.

“Namun kami tidak mentolerir prilaku aparat di lapangan, yang melakukan kekerasan, karena itu tidak sesuai dengan kode etik yang berlaku bagi anggota kepolisian” ujar Masril.

Baca juga; https://katinting.com/anggotanya-diduga-lakukan-kekerasan-ini-kata-kapolres-mamuju-tengah/

Lanjut Masril, berdasarkan UU No.2 Tahun 2002 pada pasal 13, bahwa tugas tugas kepolisian memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

“Bukan sebaliknya, karenanya, kami berharap kepada Polda Sulbar mengevaluasi Polres Mamuju Tengah, yang tentu ini akan merusak citra institusi kepolisian yang sedang dalam upaya perbaikan” pungkas Masril. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here