oleh

Insiden Penurunan Bendera Merah Putih, 9 Oknum Mahasiswa Diperiksa Polisi

banner 728x90

Majene, Katinting.com – Sembilan orang oknum mahasiswa diperiksa Kepolisian Resort (Polres) Majene.

Sembilan orang itu diperiksa Polisi dikarenakan melalukan penurunan bendera merah putih saat menggel aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Majene, Senin (23/05/22) kemarin.

Insiden penurunan bendera merah putih itu menuai kecaman dari berbagai pihak, bahkan tindakan tersebut harus berurusan dengan hukum.

Dari 30 massa yang melakukan unjuk rasa, sembilan orang diantaranya diperiksa dan diambil keterangannya dalam rangka penyelidikan dugaan tindak pidana merendahkan kehormatan bendera negara.

Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya saat ini fokus melakukan pemeriksaan atau mengambil keterangan terhadap sembilan orang yang diduga melakukan penghinaan terhadap lambang negara berdasarkan pasal 24 UU RI No 24 Tahun 2009.

“Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti guna menentukan status dari 9 Mahasiswa tersebut. perkembangan akan terus kami sampaikan,” tutur Kapolres Majene, Rabu (25/5/22).

Ditempat berbeda Ketua DPRD Kabupaten Majene Salmawati Jamado juga menyesalkan tindakan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi gerakan aspirasi mahasiswa dibawah naungan organda namun yang saya sangat sesalkan, miris membaca berita hari ini adanya gerakan penurunan bendera merah putih yang merupakan lambang negara,” tuturnya.

Katanya, jika memang tetap ingin mengibarkan bendera organda, sharus mencari tiang sendiri atau dipasang di pagar kantor daerah.

(Rls/Zul)

Bagikan

Komentar