Roket yang membawa satelit lepas landas dari fasilitas peluncuran di Cape Canaveral, Florida (foto: ilustrasi)
banner 728x90

Indonesia hari Minggu (18/6) berhasil meluncurkan Satelit Republik Indonesia (SATRIA) 1 dari Cape Canaveral, Florida, Amerika.

Peluncuran dengan roket Falcon 9 milik Space Exploration Technologies Corp. atau dikenal sebagai SpaceX ini merupakan bagian dari strategi untuk mewujudkan visi menjadi salah satu dari lima negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia. Peluncuran tersebut sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pemilik satelit terbesar kelima di dunia dan nomor satu di Asia.

Melalui laman Instagramnya, Presiden Joko Widodo mengatakan peluncura SATRIA-1 merupakan bagian dari upaya pemerintah “dalam pemerataan pembangunan infrastruktur digital di pusat pelayanan publik di seluruh Indonesia.”

Dihubungi VOA melalui telpon, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani mengatakan sangat bersyukur dengan lancarnya peluncuran SATRIA-1. “Alhamdulilah peluncuran Satelit SATRIA 1 telah berjalan dengan baik sesuai harapan dan rencana kita semua. Satelit terbesar di Indonesia ini akan memberikan azas manfaat yang sangat besar kepada rakyat Indonesia secara keseluran di berbagai bidang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mahfud MD, Menkopolhukam yang juga Plt. Menkominfo melalui Instagram. Secara khusus ia berharap agar “SATRIA-1 akan meratakan akses internet, terutama untuk keperluan pendidikan, kesehatan, dan layanan pemerintah untuk masyarakat di berbagai wilayah tanah air, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terpencil.”

Sementara Plt. Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Arief Tri Hardiyanto berharap SATRIA-1, yang akan menempati orbit 146 derajat BT tepat di atas Pulau Papua, akan beroperasi dengan baik.

“Alhamdulillah tadi peluncuran berlangsung dengan baik. Ini capaian yang sangat hebat dan keberhasilan atas doa seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya setelah menyaksikan langsung peluncuran SATRIA-1.

Setelah ini SATRIA-1 akan dipantau oleh Thales Alenia Space untuk memastikan agar seluruh perangkat berfungsi dengan baik. “Semoga seluruh tahapan berjalan lancar hingga dapat menempati orbit pada November 2023,” tambah Arief.

Satelit komunikasi multi-fungsi untuk koneksi internet dan jaringan telekomunikasi lainnya yang bernilai sekitar Rp20,7 triliun ini diproyeksikan akan meningkatkan layanan bagi masyarakat di fasilitas publik, dan memajukan pendidikan serta ekonomi pedesaan dari Sabang hingga Merauke.

Satelit ini dibangun oleh Thales Alenia Space, sebuah perusahaan Prancis yang memusatkan perhatian pada piranti luar angkasa, dan dikembangkan oleh sejumlah konsorsium Indoensia, antara lain PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Nusantara Satelit Sejahtera, PT Pintar Nusantara Sejahtera, dan PT Dian Semesta Sentosa. [em/jm]

Source: voaindonesia.com afiliasi Katinting.com

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here