oleh

Tim Hukum ABM-Enny Dorong Bawaslu Tuntaskan Kasus OTT

-Pemilu, Politik-110 Dilihat
banner 728x90
Tim ABM-Enny saat menggelar konfrensi pers

Mamuju, Katinting.com – Bertempat disalah satu Warkop di jalan Jendral Sudirman, tim ABM-Enny melakukan konfrensi pers terkait sejumlah pelanggaran dalam proses Pilkada kemarin. Minggu (19/02).

Tim ABM-Enny yang hadir terdiri dari perwakilan koalisi partai seperti Zulfakri, Muhammad Reza, Hudri Ali, Syarif, Masram Jaya, Ado mas’ud dan tim hukum ABM-Enny Aco Hatta Kainang.

Ado Mas’ud menuturkan apa yang dilakukan tim lain karena tidak puas, sangat dihargai sebagai sebuah proses demokrasi. Namun itu menyampaikan bahwa semua harus sesuai proses yang berlaku.

Terkait sejumlah kasus sebelum hari pencoblosan, tim hukum ABM-Enny, Aco Hatta Kainang mengatakan akan terus mendorong untuk diselesaikan secara hukum dan diskualifikasi bagi calon yang terbukti melakukan pelanggaran TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif).

“Kami tidak membiarkan proses pelanggaran money politic (politk uang) di Sulbar, luar biasa dan masif. Sesuai undang-undang nomor 13 tahun 2016, selain sanksi administrasi juga sanksi pidana dan diskualifikasi bagi calon yang terbukti melakukan money politic,” kata Hatta

Aco menduga apa yang terjadi sebelum pencoblosan banyak yang OTT (Operasi Tangkap Tangan) adalah TSM. Menurutnya sebuah upaya yang masif terjadi dihampir semua kabupaten, Polman, Mamasa, Mamuju dan Mamuju Utara, terstuktur karena dilakukan oleh oknum penyelenggara dan telah direncanakan sehingga sistematif.

Sambung Hatta Kainang, kami sedang meramu data dari polisi, Gakkumdu dan laporan tim kami untuk kemudian kami ajukan untuk disidangkan di Bawaslu. Dimana diketahui data 22 temuan, dari 15 polisi atau Gakkumdu dan 7 temuan dari relawan yang belum sempat dilaporkan, katanya. (Anhar Toribaras)

Bagikan