oleh

Pj Gubernur Sulbar Harapkan OPD Terapkan Pelayanan 3S

banner 728x90
Carlo Brix Tewu saat memimpin upacara hari kesadaran

Mamuju, Katinting.com – Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, Pj. Gubernur Sulbar, Carlo Brix Tewu meminta ASN memberikan pelayanan dengan mengedepankan aspek tiga S yaitu Senyum, Sapa dan Salam. Itu disampaikan saat upacara Hari Kesadaran yang berlangsung di lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar yang berlangsung. Jumat (17/02).

“Kemarin, saya jalan-jalan pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disini, saya masuk kedalam ruangan tidak ada yang menyampaikan selamat siang, ataukah selamat pagi. Padahal sapaan itu bisa mengurangi jarak. Jangan segan, dimanapun berada dan siapapun itu. Jangan terlalu dikotak-kotakan oleh pekerjaan, sama –sama punya pangkat. Jangan hanya karena pangkat dan jabatan karena pangkat dan jabatan itu hanya sesaat. Mari ciptakan relationship dengan siapa saja. Jabatan itu adalah pembagian dari tugas, tapi jangan karena jabatan , kita terkotak-kotak,” kata Carlo Brix Tewu.

Pada upacara ini, untuk sekian kalinya, Carlo menekankan kedisplinan kepada  ASN. Bahkan saat upacara sedang berlangsung, beberapa ASN tampak terlambat dan Carlo meminta untuk memisahkan diri danmembuat barisan sendiri.

Menurutnya, Upacara hari Kesadaran nasional mengandung makna bahwa sebagai ASN diberikan kesempatan untuk mengingat kembali para pendahulu yang bekerja keras untuk memerdekakan bangsa. Disamping itu, upacara kesadaran nasional juga untuk memupuk disiplin sebagaimana pada butir kelima Panca Prasetya Korpri.

“Kenapa pada upacara ini saya meminta agar yang terlambat membuat barisan tersendiri. Ini adalah contoh ketika melakukan upacara yang dilaksanakan sebulan sekali ini harus tepat waktu. Ketika Pembina upacara sudah berada di lapangan memulai upacara, tidak ada lagi yang berlari-lari. Mari saling mengawasi sesuai tupoksi masing-masing. Kalau ini tidak diperhatikan, bagaimana yang lain bisa dikerjakan. Kenapa kita tiap bulan harus hadir untuk mengikuti upacara ini, karena ini merupakan program nasional, dan ini juga menjadi bagian dari cara kita mempertanggunngjawabkan gaji yang telah kita terima,” tandas Carlo. (ADV/Humas/Farid)

Bagikan