Alasan Ahmad Taufan Harus Memilih ABM-Enny di Pemilukada Sulbar

513 views

Konferensi pers, sikap politk H. Ahmad Taufan (tengah)

Mamuju, Katinting.com – Dalam pernyataan sikap politiknya yang memilih dan memperjuangkan ABM-Enny untuk menang di Pemilukada Sulbar pada 15 Februari kedepan, H. Ahmad Taufan mengatakan Ali Baal Masdar saat memimpin  Polewali Mandar itu lebih maju dari Mamuju.

“Kenapa jatuhnya disini (ABM-Enny,red), kalau bicara kebutuhan pokok salah satu indikatornya adalah bidang kesehatan. Kalau ada apa-apa biasa kita rujuk ke Polman, itu artinya mereka selangkah lebih maju meski dengan berbagai kesulitan,” kata H. Ahmad Taufan.

Tokoh pendidikan, pemilik dan pendiri kampus Tomokaka Grup ini juga mengatakan, dibidang pendidikan mengakui mutu di Polman itu lebih maju dan banyak prestasi dari daerah lainnya. “Dan yang terpenting adalah pendapatan perkapita dari kabupaten yang ada, Polman lebih diatas”.

Selain itu, dari segi politik menurutnya, “Di pasangan nomor satu itu saudara saya, pasangan dua saya punya kakak dan pasangan ketiga adalah sahabat saya. Namun yang terpenting dari proses politik  adalah komunikasi dan ini penting, dan ABM itu lebih mudah, meski relatif. Dan ABM terbuka untuk membangun komuniksi memperbaiki daerah ini,” kata H. Ahmad Taufan.

Sambung pemilik 50.000 suara di Pileg lalu ini dan mengaku masih intens berkomunikasi melalui SMS center kirim banyak menuturkan hal yang sangat penting adalah Sulbar membutuhkan energi finansial yang besar. Sulbar sangat luas kalau kita tidak menemukan pemimpin yang tidak punya link (jaringan), apapun program kita itu sulit. dan ABM didukung oleh partai penguasa hari ini, itu lebih mudah dan menguntungkan, jelasnya.

“Setelah saya keliling, perkembangan dimedia sosial itu banyak komen tapi hanya tinggal di Majene atau hanya tinggal di Mamuju. Saya sendiri dari dulu selalu jalan  dan melihat situasi. Tentunya sebagai orang pendidikan, kami butuh fakta. Lihat saja di Polman yang memiliki wajib pilih 300 ribu lebih, kalau animo masyarakat tinggi terhadap daerahnya tentu itu memberi keuntungan. Kami percaya masih ada sekitar 20 persen masyarakat yang masih menunggu informasi utk menentukan pilihan. Semoga pada kesempatan hari ini mampu merubah paradigma masyarakat, pemilihan itu bukan karena uang atau keluarga,” pungkasnya.

Perbedaan pandangan itu jangan dijadikan pertengkaran. Beda pandangan itu wajar karena itu masalah perkembangan daerah. Teman-teman media sampaikan fakta yang nyata.

“Saya menolak kalau ada yang bilang warga Sulbar dibilang menunggu uang. Kita orang mandar punya harga diri, pasti akan rasional menentukan pilihan. Dan konfrensi pers ini bukan karena diketahui nomor 3 tapi adalah sejarah perkembangan calon di pilgub Sulbar,” ucapnya.

(Anhar Toribaras)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.