oleh

Mahasiswa Asal Mamuju Praktek Mengajar di ‘Negeri Gajah Putih’

banner 728x90
Miranda Odelia saat memberikan pelajaran di Prathomsuksa Thammasat School

Katinting.com – Setiap jenjang pendidikan memberikan kesan tersendiri bagi yang menjalaninya. Namun akan semakin terasa luar biasa dan berbeda dari yang biasa, jika seorang mahasiswa bisa melaksanakan KKN PPL diluar negeri, dengan bahasa dan budaya yang berbeda di Indonesia.

Rasa bangga itu menghinggapi, Miranda Odelia, satu-satunya dara Kalukku, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat yang kini masih mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Makassar (UNM) Jurusan Pendidikan Matematika Bilingual dapat melaksanakan rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di negara yang dijuluki ‘Negeri Gajah Putih’.

Amazing! disini bisa banyak belajar hidup mandiri, disiplin dan belajar banyak tentang budayanya. Terus yang terpenting bisa dapat banyak pengalaman mengajar, untuk kemudian bekal balik ke Indonesia.

Wanita yang akrab disapa Mira tersebut berangkat meninggal Indonesia pada bulan Januari 2017 kemarin, bersama 16 orang temannya dari daerah dan jurusan yang berbeda-beda seperti jurusan Matematika, biologi, kimia, fisika, PGSD untuk melaksanakan KKN PPL hingga 12 Februari nanti.

Mira dan teman-temannya di inapkan di asrama Valaya Alongkorn Rajabhat University, menempuh waktu 30 menit dari Bangkok ibukota negara Thailand.

Kepada Katinting.com, Mira menceritakan bahwa ia akan berada di Thailand selama sebulan penuh, dimana pada minggu pertama ia melakukan observasi di sekolah, yakni Prathomsuksa Thammasat School, kemudian pada minggu kedua menjadi asisten guru, dan minggu selanjutnya pada minggu ketiga mengajar dan minggu terakhir refleksi, “Direfleksi itu, kita ada pertukaran budaya antara Thailand dan Indonesia, jadi kita kenalkan budayanya Indonesia, mereka kenalkan juga budayanya,” kata Miranda.

Miranda foto bersama dengan siswa yang diajarnya

Lanjut mahasiswa angkatan 2014 itu, ia merasa terkesan dan luar biasa, bisa banyak belajar dinegeri orang dan meniti pengalaman untuk bekal kemudian setelah dari kampus.

Amazing sekali kak, disini bisa banyak belajar, pastinya belajar hidup mandiri, belajar hidup disiplin dari orang-orang sini, disini juga belajar banyak tentang budayanya. Terus yang terpenting bisa dapat banyak pengalaman dari mengajar di sekolah,” pungkas.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga menjelaskan saat dihubungi Katinting.com via media sosial. Ia tak menemui kendala yang berarti selama disana meskipun mayoritas penganut Budha. Bahkan secara alami sangat menghargai perbedaan. Negara pemerintahan Monarki Konstitusional yang berkabung beberapa waktu lalu karena ditinggal mangkat raja Bhumibol tersebut sangat menghormati lagu kebangsaannya. Dari perhatian mahasiswa yang lebih awal melaksanakan KKN dan dalam masa tugas akhir kuliah tersebut menceritakan, setiap lagu kebangsaan diputar, harus berdiri siap, entah lagi jalan ataupun lagi berkendara itu harus berhenti. Itu yang kuperhatikan selama dilingkungan sekolah, mereka disini setiap hari menyanyikan lagu kebangsaannya, jelas Mira.

Tak lupa, Putri Kepala Desa Pokkang itu mengucapkan Puji Tuhan, karena tidak mengalami kendala dan semua aktifitasnya hingga saat ini berjalan lancar.

Ucapan terimakasih sama keluargaku, khususnya mama dan bapak, bisa begini tentunya bukan karena hebatnya saya, itu semua karena dukungan keluarga dan yang terpenting itu semua karena Tuhan, haturnya.

Intinya kita jangan andalkan dirinya kita sendiri, tetap andalkan Tuhan dalam setiap hal yang kita lakukan, kuncinya.

Foto bersama Miranda odelia (kiri) dan siswanya usai mengajar

(Anhar Toribaras)

Bagikan
banner 728x90