Jhamhur Anjasmara
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Nasib malang yang menimpa jurnalis Manakarra TV, diancam ‘bunuh’, dipukul dan dikeroyok oknum pekerja proyek RS Tipe B Sulbar, mendapat keprihatinan dari aktivis AJI Kota Mandar.

Ini bukan pertama kalinya, kekerasan yang menimpa jurnalis TV Manakarra, tidak bisa ditolerir dan siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu.

Jhamhur yang juga mantan Sekertaris AJI Kota Mandar ini mengatakan jika apa yang menimpa Busman adalah bentuk intimidasi lansung dan terang terangan terhadap jurnalis, yang dilakukan oleh preman yang dipekerjakan oleh pelaksana proyek, dan dengan dalil apapun, itu tidak bisa dibiarkan, pelaku mesti diproses, kecamnya.

BACA JUGA : Liput Proyek RS Tipe B, Wartawan Mamuju Diancam ‘Bunuh’ dan di Keroyok

Sambung ia mengatakan jika tindakan kekerasan terhadap jurnalis di Sulbar sudah berulang kali terjadi. Dimana para preman yang dibayar para cukong, karena yang merasa terganggu atas kegiatan jurnalis, sehingga saya mendesak aparat kepolisian tegas dan bekerja profesional dalam memproses kasus ini.

Pekerjaan jurnalitik itu adalah sebuah profesi yang mulia dan orang yang bekerja dalam profesi ini memiliki hak hukum untuk dilindungi oleh semua elemen masyarakat. Untuk itu saya meminta segenap Jurnalis di Sulbar melakukan konsilidasi rapatkan barisan, melawan segala bentuk premanisme terhadap jurnalis.

“Kepolisian harus didesak mengungkap siapa dalang dibalik premanisme pekerja proyek itu dan menyelidiki pekerjaan proyek ratusan miliar tersebut. Sebab saya menduga ada pekerjaan yang tidak beres, pelaku tidak bekerja sendiri, pasti ada perintah dari pihak pelaksana proyek,” tutup Jhamhur. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Deskripsi gambar...