banner 728x90

bus-sekolah

Matra, Katinting.com – Warga Pangiang, Kecamatan Bambalamotu pertanyakan dana operasional kendaraan angkutan sekolah yang hampir setahun tidak beroperasi. Kendaraan berupa mini bus yang diadakan pemerintah daerah khusus mengangkut anak sekolah hanya parkir tak terpakai.

Pasalnya, menurut Musli selaku operator, kendaraan tersebut tidak memiliki biaya operasional. Padahal tahun-tahun sebelumnya terlihat lancar. Dan ia telah menanyakan ke berbagai pihak terkait, namun sampai hari ini belum ada realisasi.

Persoalan itu diamini oleh kepala desa Pangiang, Fadli Basri. Hal itu ia sampaikan kapada media ini beberapa waktu lalu. Pihaknya sempat ingin menginisiasi memakai dana desa, namun kwatir menjadi temuan sebab tidak ada petunjuk tekhnisnya.

“Kami punya inisiatif memakai dana desa untuk membiayai operasionalnya. Tapi kami ragu melakukan karena tidak ada petunjuk tekhnisnya,” kata kades Pangiang.

Sebenarnya biaya operasional seluruh kendaraan yang diperuntukkan bagi siswa tersebut sebagian sudah dititipkan oleh pemda di tiap-tiap kecamatan. Namun belum diketahui apa sebabnya sehingga ada sebagian kecamatan seperti Bambalamotu tidak mendapatkan anggaran tersebut.

Terkait hal itu, ketua komisi I DPRD Matra, Uksin Djamaluddin mengatakan bahwa pihak DPRD Matra telah mengalokasikan anggaran ke setiap kecamatan dengan nilai yang berbeda. Dan untuk kecamatan Bambalamotu mendapat titipan anggaran tak lebih dari Rp.100 juta untuk tahun 2016. Namun ia menduga pihak kecamatan tidak mengatahui apa peruntukannya.

“Waktu pembahasan pihak pemda dan DPRD Matra sudah menyepakati anggaran untuk biaya operasional angkutan sekolah. Tapi mungkin pihak kecamatan (Bambalamotu) tidak tahu, karena mungkin tidak ada kordinasi. Jadi kami menyimpulkan anggaran tersebut dialihkan ke program lain,” kata Uksin saat ditemui di ruangannya, Rabu (23/11) lalu.

Berbeda dengan Uksin, kepala Bappeda Matra Firman saat dikonfirmasi soal ini mengatakan bahwa untuk anggaran biaya operasional khusus kecamatan Bambalamotu memang tidak dianggarkan. Sebab kata dia, pihak pemerintah ingin ada swadaya masyarakat untuk membantu, karena Pemda dirasa sudah cukup membantu.

Tapi untuk perencanaan tahun anggaran 2017 dia berjanji akan mengupayakan memberikan anggaran untuk kelancaran operasional angkutan sekolah. (Arham Bustaman)

Bagikan
Deskripsi gambar...