Pantau Proses Pilkada, Gubernur Sambangi KPU Sulbar

435 views

 

Carlo B. Tewu saat menerima maskot Pilkada dari Usman Suhuria

Mamuju, Katinting.com – Pejabat Gubernur Sulawesi Barat bersama rombongan dan Kapolda Sulawesi Barat mengunjungi kantor KPU Sulawesi Barat dalam hal kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Barat. Rabu sore (18/01).

Dalam pertemuan tersebut ketua KPU Sulawesi Barat, Usman Suhuria, melaporkan terkait perencanaan pelaksanaan menuju Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang ke Plt. Gubernur Sulawesi Barat.

“KPU Sulawesi Barat akan memberikan laporan-laporan terkait dengan perencanaan pelaksanaan tahapan dan persiapan menuju ke 28 hari lagi kita menjalankan tahapan krusial terutama untuk menyelesaikan masa kampanye. Masa kampanye itu berakhir pada tanggal 11 Februari 2017 dan setelah itu kita memasuki fase masa tenang.”

Usman juga melaporkan dalam pekan ini telah menerima logistik dari pihak pengadaan dan telah didistribusikan ke KPU Kabupaten. ia juga mengatakan, berdasarkan pengalaman yang ada, jika distribusi logistik tidak dikelola dengan baik akan menjadi suatu masalah besar bagi KPU Sulawesi Barat. olehnya itu Usman meminta kerja sama antar pemerintah Provinsi serta TNI/Polri dalam mendistribusikan logistik.

“Hal penting lainnya bahwa dalam kesempatan pekan ini KPU Sulawesi Barat sudah menerima logistik dari pihak pengadaan sehingga distribusi logistik itu sudah berada di seluruh KPU Kabupaten. Ada satu hal penting yang kami laporkan dalam kesempatan ini bahwa permasalahan logistik ini juga salah satu aspek yang sangat krusial olehnya itu, dibangun satu kerja sama penting, antara pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan KPU Sulawesi Barat didalam  mendistribusikan logistik itu termasuk pihak keamanan dalam hal ini TNI/Polri. Karna logistiklah yang menentukan proses berlangsungnya pemungutan dalam perhitungan suara. Logistik ini tidak ada berurusan dengan surat suara. Logistik ini akan berada di TPS sebagai titik akhir. Yaitu pada tanggal 14 februari paling terakhir,” kata Usman.

Masih terkait dengan Logistik, KPU juga membutuhkan fasilitas dari pemerintah dalam mendistribusikan logistik ke daerah-daerah yang terpencil di Sulawesi Barat. Usman juga mengatakan dalam mengantisipasi keadaan darurat yang terkendala dengan cuaca misalnya, KPU berharap ada fasilitas alternatif agar distribusi logistik kedaerah bisa cepat sampai.

“Ada kebutuhan mendasar bagi KPU untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah terutama untuk mendistribusikan logistik itu ke daerah-daerah yang jauh. Perhatian ini juga perlu koordinasi dengan kementerian Polhumkam bahwa jika terjadi keadaan darurat karena cuaca buruk pada saat kita distribusi logistik ini, tentu kita berharap akan ada fasilitas alternatif yang bisa lebih cepat mendistribusikan ke daerah-daerah yang paling terpencil di Sulawesi Barat. Ini semua menjadi langkah-langkah yang dilakukan ambil oleh KPU dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah Provinsi dan Pihak TNI/Polri tentu saja untuk mempersiapkan hal-hal yang sifatnya emergency,” jelasnya.

Terkait Komitmennya dalam pelaksanaan pemilukada, di hari kedua Carlo B Tewu menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Barat telah melakukan rapat Koordinasi dengan Pimpinan daerah, bersama dengan KPU dan Bawaslu Sulawesi Barat.

“Sebagai mana komitmen saya, pada hari kedua saya ditugaskan disini, saya sudah melakukan rapat koordinasi forum koordinasi pimpinan daerah bersama-sama dengan KPU dan Bawaslu, kita coba mengkoplentasi dan berapa hal yang menjadi atensi kita semua,” kata Carlo Brix Tewu.

Sambung Ketua KPU Sulbar, terkait dengan distribusi logistik, dirinya mengatakan tahap pertama dari percetakan sampai ke Kabuten telah selesai. Ia mengatak distribusi logistik paling krusial ialah distribusi logistik dari Kabupaten ke Kecamatan hingga ke TPS. Olehnya itu, ia meminta Kapolda Sulawesi Barat agar melakukan pengamanan yang ketat.

“Terkait distribusi logistik, kita sudah lewati tahap pertama dari tempat percetakan sampai di Kabupaten semuanya masih lengkap. Sekarang baru mau dibuka mau dihitung. Kemudian yang paling krusial lagi dari Kabupaten ke Kecamatan dan TPS nanti itu biarlah Kapolda yang bertanggung jawab bagaimana menyelamatkan. Itu juga menjadi konsentrasi kita agar bagaimana itu bisa terlaksana dengan baik.”

Nandang Selaku kapolda Sulawesi Barat, dalam sambutannya mengatakan, berkaitan dengan distribusi logistik, dirinya telah mendapat laporan dari Polres – Polres yang tersebar di Sulawesi Barat logistik tersebut sudah di pilah – pilah untuk di bagikan ke kecamatan – kecamatan.

Berkaitan dengan logistik pemilu, kita sudah distribusi ke kabupaten-kabupaten yang ada di jajaran polda Sulawesi Barat. Yang distribusi dari KPU kita yang mengawal. Saya liat dari laporan para Kapolres sudah mulai di pilah-pilah dan dipilih-pilih mana yang untuk ke kecamatan dan tentunya harapan saya dari KPU memonitor betul apa yang di lakukan oleh TPS-TPS yang di daerah.

Dirinya juga mengatakan, Surat suara akan di kirim ke TPS sehari sebelum pemilihan, ia juga mengamanakan kepada seluruh Polres di Sulawesi Barat agar tetap melakukan koordinasi dengan KPU di daerah masing – masin sehingga dapat berjalan dengan lancar.

“Surat suara dikirim ke TPS H-1 jadi nanti mungkin dalam pelaksanaannya yang akan mengamankan TPS itulah yang sekaligus mengamankan surat suara yang akan di gunakan untuk pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur. Dalam  hal ini masing – masing para kapolres untuk melakukan koordinasi dengan KPUD masing-masing sehingga dalam  pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (ADV/Zulkifli)

 

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.