Triwinarno (Tengah) memberikan kesaksian dalam sidang kasus yang melibatkan Ibrahim di pengadilan Mamuju, Senin (16/1).
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Baru Pertama Kalinya ditahun 2017 Pengadilan Negeri (PN) Mamuju melakukan sidang perkara Kasus kasus Pilkada, Senin (16/1).

Kasus tersebut terjadi karena Ibrahim seorang ASN yang menjabat sebagai salah satu kepala bidang di Dinas Sosial Pemkab Mamuju terlibat dan ikut serta saat Kampenye Paslon nomor urut satu yang Maju di Pilgub Sulbar di Kecamatan Papalang pada bulan Desember tahun 2016 lalu.

Dalam sidang Majelis Hakim sempat memperlihatkan sejumlah bukti keterlibatan Ibrahim, yakini. Sehelai baju berwarna Biru yang bertuliskan SDK-Kalma di bagian belakang dan bagian depan terdapat foto Paslon.

Selain itu ada juga beberapa foto saat Ibrahim berada di lokasi kampanye serta postingan foto di aku facebook pribadinya yang menggunakan baju tersebut.

Dalam proses sidang Ibrahim yang merupakan lulusan magister sumberdaya manusia mengakui perbuatanya.

“Pada saat itu bukan hari kerja, tidak ada ijzn, datang sendiri,” Jawab Ibrahim saat ditanya Majelis Hakim.

Pada sidang tersebut Ibrahim juga menceritakan posisinya saat berada di lokasi kampanye.

“Awalnya saya di belakang panggung kemudian, teman-teman ajak ke atas panggung. Lalu foto bareng, mengikuti eforia dengan mengajungkan tangan dan menerikakan yel-yel,” cerita Ibrahim kepada Majelis Hakim.

Pada kesempatan itu, ia juga mengakui kepada Majelis Hakim apa yang dilakukannya merupakan tindakan yang salah, olehnya itu Ibrahim meminta maaf.

Untuk memperkuat tindakan yang dilakukan Penuntut Umum menghadirkan beberapa orang saksi dari Panwas Kabupaten Mamuju dan satu orang saksi Ahli.

Dalam kesaksian Saksi Ahli yakni Triwinarno mantan ketua KPU Mamuju dan kini masih menjabat sebagai komisioner KPU Mamuju menjelaskan hal apa yang dilarang ASN terlibat kampenye.

“Kalau baju (dengan tulian Paslon,red) tidak dilarang. Tapi jika digunakan ASN itu di larang,” jelas Triwinarno kepada Majelis Hakim.

Saksi Ahli juga menjelaskan apa yang dilakukan Ibrahim. Dapat menguntungkan paslon tersebut.

“Kalau saya melihat apa yang dilakukan itu berupakan tindakan yang bisa menguntungkan Paslon. Dengan tampil di panggung utama bisa mengguntungkan paslon, karena dia memiliki jabatan tertentu di dinasnya,” jelasnya lagi.

Lanjut Triwinarno menjelaskan bahwa siapapun boleh datang untuk mendengarkan visi dan misi paslon namun, yang salah jika ASN menggunakan atribut paslon.

Selain Ibrahim, Kepala Desa Papalang ikut di sidang karena melakukan tidakan yang nyaris sama dan terjadi ditempat yang sama.

Sidang akan dilanjutkan kembali pada Hari rabu. Jam 9 pagi tanggal 18 Januari dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan penuntut umum.

“Jika tidak hadir makan akan diberlakukan hak subjektif pengadilan untuk melakukan penahanan kepada saudara,” tegas Ketua Majelis hakim. (Srf)

 

Bagikan
Deskripsi gambar...