(Kiri-kanan) Mewakili Danrem, Kapolda Sulbar, Gubernur Sulbar dan Kepala BIN saat acara silaturahmi Kebhinnekaan
(Kiri-kanan) Mewakili Danrem, Kapolda Sulbar, Gubernur Sulbar dan Kepala BIN saat acara silaturahmi Kebhinnekaan
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Polda  dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar acara Silaturahmi Kebhinnekaan yang menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, agama, pemuda di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (22/11).

kata Gubernur Sulawesi Barat, tujuan mengadakan pertemuan itu ialah untuk melakukan perintah Presiden, Panglima TNI dan Kapolri.

“Tidak bisa di sangkal bahwa hari-hari terakhir ini bangsa kita diliputi satu kegelisahan dan ada kekhawatiran akan mengancam NKRI. Melalui presiden, Paglima TNI dan Kapolri, menghimbau kepada kita semua masyarakat Indonesia dan kami selaku forum koordinasi pimpinan daerah, kami mengambil kebijakan mengadakan pertemuan di pagi hari ini. Karena ini adalah kewajiban kita semua, seluruh komponen masyarakat, seluruh umat-umat beragama yang ada di Sulawesi Barat. Karena Sulawesi Barat ini dihuni oleh seluruh etnis dan seluruh agama di Indonesia, NKRI untuk Sulawesi Barat adalah harga mati. Tidak ada yang boleh memisahkan Sulawesi Barat dengan NKRI,” kata Gubernur Sulbar, H. Anwar Adnan Saleh. Selasa (22/11).

Intinya adalah kalau Jakarta rusuh, Jakarta bergejolak itu sudah ada yg menyelesaikan di Jakarta. Tetapi Sulawesi Barat tidak boleh ikut-ikutan dengan Jakarta. Itu yang saya minta kepada kita semua, pungkas Gubernur dua periode tersebut.

Dalam Acara Silaturahmi Kebhinekaan tersebut di hadiri Danrem 142/Tatag yang di wakili oleh Tasrem, Kabinda Sulawesi Barat, Tokoh-tokoh Pendidik perguruan tinggi, para Ulama, tokoh agama yang tergabung dalam forum kerukunan umat beragama Sulawesi Barat dan kabupaten, perwira TNI/Polri, perwakilan Organisasi mahasiswa, LSM, Kepala SKPD lingkup Sulbar, Kakanwil Agama provinsi Sulbar dan Kabupaten. (Zulkifli)

Bagikan
Deskripsi gambar...