oleh

Korem 142 dan Distan Sulbar Bahas LTT Upsus

banner 728x90
Rapat Danrem dan Distan

Mamuju, Katinting.com – Rapat Koordinasi membahas LTT Upsus terus dilaksanakan oleh Korem 142/Tatag dan jajarannya dalam rangka meningkatkan swasembada pangan.

Pada pelaksanaan rapat Upsus LTT (Luas Tambah Tanam) Okmar Wil Sulbar yang dipimpin oleh ka Upsus Sulbar Bapak Dr. Ir Arifin Tasrif. Msc di Makodim 1418/ Mamuju.

Dalam rapat koordinasi LTT Upsus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Provinsi Sulbar. Nampak hadir dalam kegiatan ini Danrem 142/Tatag yang di wakili Kasrem Letkol Inf. Drs. Priono, Dandim 1418/ Mamuju, Dandim 1401/ Majene, Dandim 1402/Polman, Kapuslu Dr. Ir Arifin Tasrif Msc, Kadistan Prov Sulbar di Wakili Hj Hajarani, Kasiter Korem 142/Tatag, Mayor Inf Oberan, Para Babinsa Jajaran Kodim 1418 Mamuju.

Dalam sambutannya Kasrem menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak terkait yang telah menyukseskan program ketahanan pangan di Provinsi Sulbar dan mendapatkan rapor terbaik, khususnya kepada Dandim dan Babinsa yang terjung langsung ke lapangan, agar prestasi ini di pertahankan.

“Menyukseskan pelaksanaan ketahanan pangan, TNI menargetkan dua tahun ke depan kita harus swasembada pangan,” tegas Kasrem.

Sambutan Kepala Dinas Pertanian (Distan) yang di wakili mengatakan, masalah LTT ini sudah menjadi tugas kita bersama bagaimana meningkatkan hasil produksi padi jagung dan kedelai, Babinsa sebagai ujung tombak kami harapkan bantuannya dan kerja sama di lapangan, serta menggerakkan para kelompok tani untuk segera melakukan pengolahan tanah menanam kembali yang telah di panen melalui pendampingan dari penyuluh dan memaksimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang masih tersedia, seperti lahan tadah hujan, lahan kering yang ada dan lahan kering.

Dalam sambutannya Kapuslu Sulbar menyampaikan, target 2017 sangat banyak kita di berikan, tim supervisi padi, jagung dan kedelai Provinsi Sulbar tahun 2015-2017 Sulbar mendapat rangking 12 nasional dan rangking 2 se Sulawesi hanya Sulsel yang ada di atas kita.

Disamping itu menggerakkan para kelompok tani untuk segera melakukan pengolahan tanah menanam kembali yang telah panen melalui pendampingan dari penyuluh, Babinsa dan dinas pertanian.

(Penrem 142/Tatag)

Bagikan