oleh

Dianggap Lakukan Penistaan, FPPI Makassar Demo Rektor Unasman Polman

banner 728x90
FPPI Makassar menggelar unjukrasa meminta Rektor Unasman Polman Meminta Maaf atas pernyataannya

Makassar, Katinting.com – Atas pernyataan yang dianggap menyesatkan, yang diutarakan Rektor Unasman Polman, mencap kader Rakyat Kuasa (FPPI) seperti PKI dan ISIS mendapat respon dari FPPI Kota Makassar sebagai bentuk penistaan organisasi, dengan melakukan aksi unjukrasa siang tadi. Sabtu (31/12.

Dalam rilisnya kepada Katinting.com, FPPI Kota Makassar menjelaskan, bahwa, Politik Jakarta hari ini menyibukkan emosi dan pikiran masyarakat, keyakinan tentang agama, ideologi dan bendera dipertanyaan, dibongkar kembali dihadapan pengadilan publik. Pemuka agama adalah hakim dan politik adalah terdakwa.

Realitas yang absurd itu setiap hari mewarnai jendela-jendela televisi, laman-laman internet merasuki telinga dan meracuni pikiran orang awam membangkitkan kembali gairah kebencian masyarakat. Agama dan ideologi dua narasi besar itu adalah sasaran empuk untuk mengadudomba masyarakat kita dalam politik aliran.

Kita tak boleh bicara tentang tuhan dan al-Qur’an karena akan dikatakan kafir atau sang penista, Kita tak boleh bersama kaum buruh, bersama petani, nelayan dan kaum miskin kota yang ingin menuntut hak politiknya karena kita akan kami Komunis, PKI atau lebih gilanya lagi jika dianggap ISIS.

Lalu sedang apa dan dimanakah sang walinya umat manusia? Kemanakah dewan perwakilan rakyat?. Pengklaiman dan pelebelan komunis atau lebih tepatnya lagi PKI adalah cara yang massif yang dilakukan penguasa untuk membungkam gerakan hari ini, untuk membangkitkan kembali kebencian masyarakat terhadap komunis atau lebih tepatnya lagi untuk mengontrol masyarakat (kontrol sosial), menyebarkan kembali terror dan ketakutan yang menghantui manyarakat semenjak periode 65-66.

Perlu di ingat kami hanya sekelompok mahasiswa dan anak muda yang mencoba berekspresi dan peka terhadap situasi sosial. Penguasa yang melabeli kami dengan cap komunis adalah para pecundang yang takut kekuasaannya di lucuti, piring makannya digusur.

Kasus ini persis terjadi dengan 2 orang kader Front Perjungan Pemuda Indonesia (FPP) pimpinan kota Polewali Mandar (Polman), karena menolak kebijakan sepihak dan totaliter rektor Unasman, Dr. Hja Chuduria Sahabuddin, Msi. langsung di klaim PKI, ISIS dan di ancam DO.

FPPI adalah organisasi yang menegakan kedaulatan dengan dasar nasionalitas empirik dan demokrasi yang bervisi kerakyatan, pelebelan PKI sebenarnya tak pantas karena FPPI adalah organisasi mencintai NKRI bahkan melebihi kecintaan TNI terhadap NKRI.

Maka dari itu kami dari FPPI Kota Makassar menuntut kepada rektor Unasman Polman, pertama, meminta maaf secara terbuka kepada seluruh kader FPPI Kota Polman dan seluruh Indonesia. Kedua, cabut kembali statemant tentang pernyataan negatif terhadap organisasi FPPI Kota Polman, dan ketiga, kembalikan citra politik organisasi dan demokrastisasi kampus melalui pemberian ruang berekspresi bagi kader FPPI di kampus Unasman. (Anhar Toribaras)

Bagikan
banner 728x90