Simulasi unjukrasa yang mendapat hadangan dari polisi
Simulasi unjukrasa yang mendapat hadangan dari polisi
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Tidak terima hasil rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Sulbar, massa mulai beringas dan tak terkendali, melakukan pembakaran ban dan menyandera mobil. Sehingga dengan cepat antisipasi dilakukan oleh pihak kepolisian dibantu TNI berhasil melakukan pengamanan, memukul mundur massa dengan mobil water cannon dan tembakan peringatan.

Situasi tersebut menjadi simulasi dalam apel kesiapan TNI/Polri dalam rangka PAM Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat. Yang digelar di belakang markas Kodim Mamuju, Selasa (01/11).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulbar, Sekprov Sulbar dan para SKPD-nya, Kapolda Sulbar dan para pejabat utamanya serta Kapolres jajaran Polda Sulbar, Danrem 142/Tatag dan para Dandim jajaran Korem 142/Tatag, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Simulasi dimulai dengan mensukseskan distribusi logistik ke TPS, sampai pada hari pencoblosan dimana memperlihatkan warga yang tidak terdaftar sebagai DPT mamaksa untuk masuk, namun karena memiliki surat keterangan Capil akhir dibolehkan memilih. Selain itu juga terlihat warga yang tidak terdaftar sebagai DPT, tidak memiliki E-KTP dan keterangan Capil memaksa masuk dan melakukan pencoblosan, oleh KPPS memberikan penjelasan, namun tidak menerima dan mengancam mengerahkan massa, sehingga Babinkamtibmas dan Babinsa melakukan pengamanan dan meminta untuk meninggalkan TPS.

Simulasi berikutnya tahap rekapitulasi suara dilakukan KPU Sulbar oleh salah satu saksi tim Paslon tidak menerima hasilnya dan mengancam untuk mengerahkan massa. Sehingga pihak keamanan melakukan tindakan.

Kemudian massa melakukan demontrasi menuding KPU curang dan meminta untuk dilakukan penghitungan ulang. Mediasi dilakukan oleh kepolisian dan meminta perwakilan massa untuk masuk, namun hasilnya massa tidak terima dan semakin beringas melakukan demo, memaksa masuk dikantor KPU sehinnga bentrokan tak terhindarkan,

Kepolisian pun menghalau massa dengan pagar manusia dan mobil water cannon menyemprot massa, dibantu oleh aparat Brimob sehingga bisa menghalau massa.

Tidak puas, massa juga melakukan penyanderaan dan pengerusakan mobil, bahkan dalam prosesnya massa juga menyandera mobil ketua KPU sehingga dengan koordinasi dan tindakan cepat anggota kepolisian dari Tim Tindak Anarkis serta tim Watenror Gegana Sat Brimob Polda Sulbar melakukan pengejaran dan penangkapan kepada pelaku. Tembakan pun tak dihindarkan yang melukai satu massa aksi, dengan sigap kemudian tim kesehatan melakukan pengamanan dan evakuasi, melihat temannya tergeletak massa membubarkan diri, dan ketua KPU berhasil diselamatkan.

Drama simulasi tersebut mendapat tebuk tangan meriah dan apresiasi atas keberhasilan aparat Kepolisian dan TNI dalam melakukan pengamanan Pemilukada Sulbar. (Anhar Toribaras)

Situasi evakuasi korban yang berunjukrasa
Situasi evakuasi korban yang berunjukrasa
Bagikan
Deskripsi gambar...